وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَwa-rafa'naa laka dzikrakadan Kami tinggikan bagimu sebutanmu

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَرَفَعْنَاwa-rafa'naadan Kami mengangkat
  2. لَكَlakabagimu
  3. ذِكْرَكَdzikrakasebutanmu

Inti bacaan

Anugerah kehormatan yang ditinggikan: 'dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu', pengakuan atas peningkatan status dan penghormatan yang diberikan, kompensasi atas kesulitan yang telah dilalui.

Penjelasan pilihan kata

Kata (ذِكْرَكَ, dzikraka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mengingat dan menyebut. Ia dipakai di 264 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul. Akar yang sama memberi kata untuk mengingat, untuk peringatan, dan untuk sebutan atau nama baik. Jadi akar yang dipakai ratusan kali memberi satu bentuk yang cuma muncul sekali, dan sekali itu di sini.

Kata kerja (وَرَفَعْنَا, wa-rafa'naa) berasal dari akar yang berarti mengangkat. Akar itu dipakai di 29 ayat, antara lain 2:63, 2:127, 4:158, 13:2, dan 55:7. Artinya meninggikan atau mengangkat sesuatu dari tempatnya ke tempat yang lebih tinggi. Bentuknya jamak yang menunjuk kepada Yang berfirman, sama seperti (وَوَضَعْنَا, wa-wadha'naa) di 94:2.

Kedua kata kerja itu berlawanan artinya: (وَوَضَعْنَا, wa-wadha'naa) di 94:2 menurunkan dan (وَرَفَعْنَا, wa-rafa'naa) di sini meninggikan, dan keduanya dikerjakan oleh Yang sama dalam tiga ayat yang berdekatan. Jadi surah ini menyusun dua gerakan yang berlawanan arah sebagai satu rangkaian pemberian: yang memberatkan diturunkan, dan yang menyangkut nama ditinggikan.

Kata (لَكَ, laka) berarti bagimu, sama dengan kata depan di 94:1. Jadi ayat pertama dan ayat ini memakai hubungan yang sama, sedangkan 94:2 memakai hubungan yang berlawanan. Susunan itu membuat empat ayat pertama tersusun sebagai untukmu, darimu, lalu untukmu lagi, dan yang di tengah itulah satu-satunya yang dilepaskan.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut di mana sebutan itu ditinggikan, tidak disebut sampai kapan, dan tidak disebut siapa yang menyebut. Yang disebut cuma bahwa ia ditinggikan. Sebuah pemberian yang tidak dirinci tempatnya tidak bisa diukur oleh yang menerimanya, dan karena itu ia juga tidak bisa dijadikan alasan untuk merasa cukup.

Bentuk kata kerja (وَرَفَعْنَا, wa-rafa'naa) berjamak yang menunjuk kepada Yang berfirman. Akarnya berarti mengangkat. Ia dipakai di 29 ayat, antara lain 2:63, 2:127, 4:158, 13:2, dan 55:7. Di 2:127 akar itu dipakai untuk dua orang yang meninggikan dasar-dasar sebuah rumah ibadah, dan di 13:2 untuk langit yang ditinggikan tanpa tiang. Jadi akar yang sama menyebut peninggian bangunan, peninggian langit, dan peninggian nama seseorang.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut di mana sebutan itu ditinggikan, tidak disebut sampai kapan, dan tidak disebut siapa yang menyebut. Yang disebut cuma bahwa ia ditinggikan. Sebuah pemberian yang tidak dirinci tempatnya tidak bisa diukur oleh yang menerimanya, dan karena itu ia juga tidak bisa dijadikan alasan untuk merasa cukup.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian anugerah dengan ditinggikannya nama Nabi, dan kata yang menyebutnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya dipakai di 264 ayat. Jadi akar yang dipakai ratusan kali memberi satu bentuk yang cuma muncul sekali, dan sekali itu di sini.

Akar itu memberi kata untuk mengingat, untuk peringatan, dan untuk sebutan atau nama baik. Ketiganya bertetangga: yang diingat orang menjadi sebutan, dan sebutan yang tersimpan menjadi peringatan. Al-Qur'an tidak memisahkan ketiganya menjadi akar yang berbeda.

Kata kerjanya berlawanan artinya dengan kata kerja di 94:2. Yang di sana menurunkan dan yang di sini meninggikan, dan keduanya dikerjakan oleh Yang sama dalam tiga ayat yang berdekatan. Jadi surah ini menyusun dua gerakan yang berlawanan arah sebagai satu rangkaian pemberian: yang memberatkan diturunkan, dan yang menyangkut nama ditinggikan.

Kata depannya berarti bagimu, sama dengan kata depan di 94:1, sedangkan 94:2 memakai kata depan yang berlawanan. Susunan itu membuat empat ayat pertama tersusun sebagai untukmu, darimu, lalu untukmu lagi. Yang di tengah itulah satu-satunya yang dilepaskan, dan yang dilepaskan itu justru yang paling ingin dilepaskan siapa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang menyebut sebutan itu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai di 264 ayat. Jadi akar yang dipakai Allah ratusan kali memberi satu bentuk yang cuma muncul sekali, dan sekali itu di sini. Yang paling sering dipakai justru menyimpan satu bentuk yang tidak pernah dipakai lagi di ayat mana pun. Yang paling sering dipakai justru menyimpan satu bentuk yang tidak pernah dipakai lagi. Yang ditinggikan Allah tidak bergantung pada berapa banyak orang yang menyebutkannya.
  • Akar kata itu memberi kata untuk mengingat, untuk peringatan, dan untuk sebutan atau nama baik. Ketiganya bertetangga: yang diingat orang menjadi sebutan, dan sebutan yang tersimpan menjadi peringatan. Allah tidak memisahkan ketiganya menjadi akar yang berbeda, dan kesatuan itu terbawa oleh akarnya tanpa perlu satu pun kalimat yang menerangkannya. Kesatuan itu terbawa oleh akarnya tanpa perlu satu pun kalimat yang menerangkannya.
  • Kata kerja di ayat ini berlawanan artinya dengan kata kerja di ayat kedua. Yang di sana menurunkan dan yang di sini meninggikan, dan keduanya dikerjakan Allah dalam tiga ayat yang berdekatan. Jadi surah ini menyusun dua gerakan yang berlawanan arah sebagai satu rangkaian pemberian: yang memberatkan diturunkan, dan yang menyangkut nama ditinggikan. Dua gerakan yang berlawanan arah disusun Allah sebagai satu rangkaian pemberian yang sama.
  • Kata depan di ayat ini berarti bagimu, sama dengan kata depan di ayat pertama, sedangkan ayat kedua memakai kata depan yang berlawanan. Susunan itu membuat empat ayat pertama tersusun sebagai untukmu, darimu, lalu untukmu lagi. Yang di tengah itulah satu-satunya yang dilepaskan, dan yang dilepaskan justru yang paling ingin dilepaskan siapa pun. Yang dilepaskan justru yang paling ingin dilepaskan siapa pun yang pernah memikulnya.
  • Allah tidak menyebutkan di mana sebutan itu ditinggikan, tidak menyebutkan sampai kapan, dan tidak menyebutkan siapa yang menyebut. Yang disebut cuma bahwa ia ditinggikan. Sebuah pemberian yang tidak dirinci tempatnya tidak bisa diukur oleh yang menerimanya. Apa gunanya nama yang ditinggikan bagi orang yang tidak pernah menghitung siapa yang menyebutnya? Sebuah pemberian yang tidak dirinci tempatnya tidak bisa diukur oleh yang menerimanya.
  • Empat ayat pertama surah ini seluruhnya menyebut perbuatan Allah, dan orang yang disapa berkedudukan sebagai yang menerima. Tidak ada satu pun perintah di dalamnya. Baru di 94:7 dan 94:8 perintah datang, sesudah pemberian disebutkan lebih dulu. Urutan itu bisa saja dibalik, dan tidak dibalik: yang menerima diberi tahu apa yang sudah diterimanya sebelum diminta mengerjakan apa pun. Yang menerima diberi tahu apa yang sudah diterimanya sebelum diminta mengerjakan apa pun. Empat pemberian disebut lebih dahulu, dan tidak satu pun disertai syarat. Orangnya belum diminta apa pun ketika semuanya sudah diberikan.