فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاfa-inna ma'a l-'usri yusranmaka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  2. مَعَma'abersama
  3. الْعُسْرِl-'usrikesulitan
  4. يُسْرًاyusrankemudahan

Inti bacaan

Janji pertama tentang kemudahan yang menyertai: 'maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan', prinsip fundamental bahwa kemudahan hadir bersamaan dengan kesulitan, bukan setelahnya, penghiburan yang menyertai bukan menunggu.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا, ma'a l-'usri yusran) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 94:5 dan 94:6, keduanya di dalam surah ini dan berurutan. Jadi susunan lengkapnya tidak dipakai di tempat lain mana pun.

Yang paling perlu diperhatikan adalah kata depannya. Yang dipakai (مَعَ, ma'a), yang berarti bersama, bukan kata depan yang berarti sesudah. Bandingkan dengan 65:7, tempat tertulis (بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا, ba'da 'usrin yusran), sesudah kesulitan ada kemudahan. Jadi Al-Qur'an memakai dua kata depan yang berbeda untuk dua pernyataan yang bunyinya mirip, dan perbedaan itu memindahkan seluruh gambarannya.

Yang sesudah berarti kemudahan datang ketika kesulitannya sudah berlalu, sehingga keduanya tidak pernah berada di tempat yang sama. Yang bersama berarti keduanya berada di tempat yang sama pada waktu yang sama. Bahasa Indonesia menahannya dengan "bersama", bukan "sesudah", dan pilihan itu menjaga perbedaan yang memang ada di dalam Arabnya.

Kata (الْعُسْرِ, al-'usri) bertakrif dan (يُسْرًا, yusran) tidak bertakrif, dan hal itu berlaku di kedua ayat. Akar (الْعُسْرِ, al-'usri) berarti sulit. Akar itu dipakai di 12 ayat, antara lain 2:185, 2:280, 65:6, 65:7, dan 92:10. Akar (يُسْرًا, yusran) berarti mudah dan ringan. Akar itu dipakai di 40 ayat, dan bentuk itu sendiri muncul 6 kali, yaitu di 18:88, 51:3, 65:4, 65:7, 94:5, dan 94:6.

Huruf (فَ, fa) di awal ayat menyambungkannya kepada empat ayat sebelumnya, sehingga pernyataan ini kesimpulan dari apa yang sudah disebutkan. Jadi ia tidak berdiri sebagai kalimat umum yang lepas melainkan sebagai kesimpulan atas empat pemberian yang baru saja diingatkan. Yang sudah mengalami dada yang dilapangkan dan beban yang diturunkan punya dasar untuk menerima kesimpulan itu.

Akar (الْعُسْرِ, al-'usri) dipakai di 12 ayat, antara lain 2:185, 2:280, 65:6, 65:7, dan 92:10. Di 2:185 akar itu muncul dalam kalimat bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan, dan di 2:280 dalam perintah menangguhkan orang yang berada dalam kesulitan. Jadi akar yang sama dipakai untuk keadaan yang tidak dikehendaki Allah bagi hamba-Nya dan untuk keadaan yang menuntut kelapangan dari sesama.

Bentuk (يُسْرًا, yusran) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:88, 51:3, 65:4, 65:7, 94:5, dan 94:6. Dua dari enam kemunculannya berada di dalam surah ini, di dua ayat yang bersebelahan. Jadi sepertiga dari seluruh pemakaian bentuk itu berdesakan di satu tempat, dan tempat itu dua ayat yang isinya sama persis.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kemudahan apa, tidak disebut kapan ia terasa, dan tidak disebut seberapa besar. Yang disebut cuma bahwa ia ada bersama kesulitannya. Sebuah janji yang tidak menyebutkan bentuknya tidak bisa diperiksa dengan daftar, dan karena itu ia juga tidak bisa dinyatakan belum datang oleh orang yang sedang menunggunya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kesulitan selalu disertai kemudahan, dan yang paling perlu diperhatikan adalah kata depannya. Yang dipakai kata yang berarti bersama, bukan kata yang berarti sesudah. Bandingkan dengan 65:7, tempat Al-Qur'an memakai kata yang berarti sesudah untuk pernyataan yang bunyinya mirip.

Perbedaan itu memindahkan seluruh gambarannya. Yang sesudah berarti kemudahan datang ketika kesulitannya sudah berlalu, sehingga keduanya tidak pernah berada di tempat yang sama. Yang bersama berarti keduanya berada di tempat yang sama pada waktu yang sama, sehingga yang sedang berada di dalam kesulitan sudah berada di dekat kemudahannya.

Rangkaian yang dipakai muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 94:5 dan 94:6, keduanya di dalam surah ini dan berurutan. Jadi susunan lengkapnya tidak dipakai di tempat lain mana pun. Kata pertamanya bertakrif dan kata keduanya tidak, dan hal itu berlaku di kedua ayat tanpa berubah.

Huruf di awal ayat menyambungkannya kepada empat ayat sebelumnya, sehingga pernyataan ini kesimpulan dari apa yang sudah disebutkan. Ia tidak berdiri sebagai kalimat umum yang lepas melainkan sebagai kesimpulan atas empat pemberian yang baru saja diingatkan. Yang sudah mengalami dada yang dilapangkan dan beban yang diturunkan punya dasar untuk menerima kesimpulan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata depan yang dipakai Allah berarti bersama, bukan sesudah. Bandingkan dengan 65:7, tempat Al-Qur'an memakai kata yang berarti sesudah untuk pernyataan yang bunyinya mirip. Yang sesudah berarti kemudahan datang ketika kesulitannya sudah berlalu; yang bersama berarti keduanya berada di tempat yang sama pada waktu yang sama, sehingga yang sedang di dalam kesulitan sudah berada di dekat kemudahannya. Perbedaan satu kata depan memindahkan seluruh gambarannya bagi orang yang sedang menanggung.
  • Rangkaian yang dipakai muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 94:5 dan 94:6, keduanya di dalam surah ini dan berurutan. Jadi susunan lengkapnya tidak dipakai Allah di tempat lain mana pun. Bagiannya masing-masing sudah dikenal di banyak ayat, dan yang tidak dikenal cuma penggabungannya, sama seperti pola di 102:3 dan 102:4. Yang langka bukan bahan-bahannya, melainkan cara keduanya disusun bersama di satu tempat.
  • Kata untuk kesulitan bertakrif dan kata untuk kemudahan tidak bertakrif, dan hal itu berlaku di kedua ayat tanpa berubah. Jadi kesulitannya disebut sebagai sesuatu yang sudah dikenal, sedangkan kemudahannya disebut tanpa batas yang tertentu. Yang sudah dikenal bisa dihitung dan dibayangkan; yang tidak bertakrif tidak punya ukuran yang bisa dibandingkan dengannya. Yang tidak bertakrif tidak punya ukuran yang bisa dibandingkan dengan kesulitannya.
  • Huruf di awal ayat menyambungkannya kepada empat ayat sebelumnya, sehingga pernyataan ini kesimpulan dari apa yang sudah disebutkan Allah. Ia tidak berdiri sebagai kalimat umum yang lepas melainkan sebagai kesimpulan atas empat pemberian yang baru saja diingatkan. Yang sudah mengalami dada yang dilapangkan dan beban yang diturunkan punya dasar untuk menerimanya. Yang sudah mengalami pemberian punya dasar untuk menerima kesimpulan itu tanpa ragu.
  • Allah tidak menyebutkan kemudahan apa, tidak menyebutkan kapan ia terasa, dan tidak menyebutkan seberapa besar. Yang disebut cuma bahwa ia ada bersama kesulitannya. Sebuah janji yang tidak menyebutkan bentuknya tidak bisa diperiksa dengan daftar, dan karena itu ia juga tidak bisa dinyatakan belum datang oleh orang yang sedang menunggunya. Yang tidak bisa diperiksa dengan daftar juga tidak bisa dinyatakan belum datang oleh siapa pun.
  • Kalau kemudahan datang sesudah kesulitan, orang yang sedang berada di dalamnya belum punya apa-apa. Kalau ia bersama kesulitan, orang itu sudah berada di dekatnya tanpa menyadarinya. Apa yang berubah pada seseorang yang mengetahui bahwa yang dicarinya sudah berada di ruangan yang sama dengan dirinya? Allah menyatakannya dua kali berturut-turut, dan tidak menerangkannya sekali pun. Allah menyatakannya dua kali berturut-turut, dan tidak menerangkannya sekali pun. Kata bersama mengubah cara menunggu. Yang menunggu sesudah akan menghitung hari, sedangkan yang tahu keduanya berjalan bersama akan mencarinya sekarang.