إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاinna ma'a l-'usri yusransesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- مَعَma'abersama
- الْعُسْرِl-'usrikesulitan
- يُسْرًاyusrankemudahan
Inti bacaan
Penguatan melalui pengulangan: 'sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan', repetisi yang menegaskan kepastian prinsip ini, penekanan ganda yang memperkuat keyakinan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini pengulangan persis 94:5 sebagai penekanan retoris, dan satu-satunya yang berbeda huruf (فَ, fa) di depannya yang tidak ada di sini. Jadi yang di 94:5 tersambung kepada ayat-ayat sebelumnya sebagai kesimpulan, dan yang di sini berdiri sendiri sebagai pernyataan lepas.
Perbedaan sekecil itu menentukan. Yang tersambung berlaku atas apa yang baru disebutkan, sedangkan yang berdiri sendiri berlaku tanpa syarat. Jadi pernyataan yang sama diberikan dua kali dengan dua kedudukan yang berbeda: sekali sebagai kesimpulan dari pengalaman tertentu, sekali sebagai kaidah yang berlaku sendiri.
Bandingkan dengan pengulangan di 102:3 dan 102:4. Di sana yang ditambahkan sebuah kata di depan ayat kedua, sedangkan di sini justru sebuah huruf dihilangkan. Jadi Al-Qur'an memakai dua cara yang berbeda untuk mengulang: menambahkan penanda tahap di satu tempat, dan melepaskan penyambung di tempat lain.
Rangkaian (مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا, ma'a l-'usri yusran) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 94:5 dan 94:6. Kata (الْعُسْرِ, al-'usri) juga muncul 2 kali, keduanya di dua ayat ini. Jadi kata untuk kesulitan dalam bentuk bertakrif ini tidak dipakai di ayat lain mana pun.
Bentuk (يُسْرًا, yusran) muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:88, 51:3, 65:4, 65:7, 94:5, dan 94:6. Jadi dua dari enam kemunculannya berada di dalam surah ini, di dua ayat yang bersebelahan. Yang berulang bukan cuma kalimatnya melainkan juga kata yang menutupnya, dan pengulangan itu terjadi dalam jarak yang paling rapat yang mungkin.
Susunan surah ini juga patut dicatat. Empat ayat pertama berupa berita tentang apa yang sudah diberikan, dua ayat ini berupa kaidah, dan dua ayat terakhir berupa perintah. Jadi delapan ayatnya terbagi rata menjadi tiga bagian yang berbeda jenisnya, dan pengulangan di dua ayat ini berdiri tepat di tengahnya sebagai engsel yang menghubungkan pemberian dengan perintah.
Yang perlu dijaga dalam membaca ayat ini adalah tidak menyimpulkan bahwa dua kemudahan yang berbeda dijanjikan. Kata untuk kesulitan bertakrif di kedua ayat, sedangkan kata untuk kemudahan tidak bertakrif di keduanya. Menyimpulkan lebih dari yang tertulis berarti menambahkan hitungan yang tidak diberikan teksnya sendiri, dan Al-Qur'an tidak menyebutkan satu pun angka di dalam kedua ayat ini.
Pengulangan (مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا, ma'a l-'usri yusran) di dua ayat ini juga berbeda dari pengulangan di 102:3 dan 102:4. Di sana kedua ayatnya dipisahkan oleh kata penanda tahap yang menyatakan jarak waktu, sedangkan di sini tidak ada penanda tahap sama sekali. Jadi dua pernyataan di surah ini tidak berjarak waktu, melainkan berdampingan pada tempat yang sama.
Tafsiran
Ayat ini mengulang penegasan sebelumnya untuk memperkuat keyakinan, dan satu-satunya yang berbeda huruf penyambung di depan 94:5 yang tidak ada di sini. Jadi yang di 94:5 tersambung kepada ayat-ayat sebelumnya sebagai kesimpulan, dan yang di sini berdiri sendiri sebagai pernyataan lepas.
Perbedaan sekecil itu menentukan. Yang tersambung berlaku atas apa yang baru disebutkan, sedangkan yang berdiri sendiri berlaku tanpa syarat. Jadi pernyataan yang sama diberikan dua kali dengan dua kedudukan yang berbeda: sekali sebagai kesimpulan dari pengalaman tertentu, sekali sebagai kaidah yang berlaku sendiri.
Bandingkan dengan pengulangan di 102:3 dan 102:4. Di sana yang ditambahkan sebuah kata di depan ayat kedua, sedangkan di sini justru sebuah huruf dihilangkan. Jadi Al-Qur'an memakai dua cara yang berbeda untuk mengulang, dan keduanya menghasilkan akibat yang berbeda pada pembacanya.
Bentuk kata terakhirnya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:88, 51:3, 65:4, 65:7, 94:5, dan 94:6. Dua dari enam kemunculannya berada di dalam surah ini, di dua ayat yang bersebelahan. Yang berulang bukan cuma kalimatnya melainkan juga kata yang menutupnya, dan pengulangan itu terjadi dalam jarak yang paling rapat yang mungkin.
Renungan dan Hikmah
- Satu-satunya yang berbeda antara ayat ini dan ayat sebelumnya huruf penyambung yang ada di sana dan tidak ada di sini. Jadi yang di ayat kelima tersambung kepada ayat-ayat sebelumnya sebagai kesimpulan, dan yang di sini berdiri sendiri sebagai pernyataan lepas. Allah mengulang seluruhnya dan cuma melepaskan satu huruf, dan huruf itulah yang memindahkan kedudukan kalimatnya. Satu huruf yang dilepaskan memindahkan kedudukan seluruh kalimatnya tanpa mengubah satu kata pun. Yang diulang tanpa diperkeras menyatakan bahwa yang pertama sudah cukup sejak awal.
- Yang tersambung berlaku atas apa yang baru disebutkan, sedangkan yang berdiri sendiri berlaku tanpa syarat. Jadi Allah memberikan pernyataan yang sama dua kali dengan dua kedudukan yang berbeda: sekali sebagai kesimpulan dari pengalaman tertentu, sekali sebagai kaidah yang berlaku sendiri. Yang berlaku bagi satu orang ternyata juga berlaku bagi siapa pun yang membacanya. Yang berlaku bagi satu orang ternyata juga berlaku bagi siapa pun yang membacanya kemudian.
- Bandingkan dengan pengulangan di 102:3 dan 102:4. Di sana yang ditambahkan sebuah kata di depan ayat kedua, sedangkan di sini justru sebuah huruf dihilangkan. Jadi Allah memakai dua cara yang berbeda untuk mengulang, dan keduanya menghasilkan akibat yang berbeda pada pembacanya. Yang ditambahi menandai tahap; yang dilepaskan penyambungnya menjadi berdiri sendiri. Yang ditambahi menandai tahap; yang dilepaskan penyambungnya menjadi berdiri sendiri.
- Kata untuk kesulitan dalam bentuk bertakrif ini muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya di dua ayat ini. Jadi bentuk itu tidak dipakai Allah di ayat lain mana pun. Yang paling sering dikutip orang ketika sedang berat ternyata memakai bentuk kata yang tidak muncul di tempat lain, dan kelangkaannya jarang disadari yang mengutipnya. Kedua kemunculannya di 94:5 dan 94:6, dan kelangkaannya jarang disadari orang yang mengutipnya.
- Bentuk kata terakhirnya muncul 6 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:88, 51:3, 65:4, 65:7, 94:5, dan 94:6. Dua dari enam kemunculannya berada di dalam surah ini, di dua ayat yang bersebelahan. Yang berulang bukan cuma kalimatnya melainkan juga kata yang menutupnya, dan pengulangan itu terjadi dalam jarak yang paling rapat yang mungkin. Sepertiga dari seluruh pemakaian bentuk itu berdesakan di dua ayat yang bersebelahan.
- Pernyataan di ayat ini tidak dinaikkan bobotnya, tidak diperkeras kata-katanya, dan tidak ditambah rinciannya. Ia dikembalikan hampir persis seperti semula. Allah tidak memerlukan kata yang lebih kuat untuk mengulang. Apa yang membuat sebuah kalimat perlu diucapkan dua kali kepada orang yang sudah mendengarnya sekali? Allah tidak memerlukan kata yang lebih kuat untuk mengulang sesuatu yang sudah diucapkan. Pengulangan tanpa penambahan menandakan bahwa yang kurang bukan keterangannya, melainkan kesediaan mendengarnya sekali lagi.