وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
Dan hanya kepada Tuhanmu, berharaplah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْwa-ilaa rabbika fa-rghabdan hanya kepada Tuhanmu, berharaplah
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- فَارْغَبْfa-rghabmaka berharaplah
Inti bacaan
Arah pengharapan yang tunggal: 'dan hanya kepada Tuhanmu, berharaplah', penutup surah dengan pengarahan fokus harapan secara eksklusif, dasar bagi ketenangan yang tidak bergantung pada sumber lain.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (فَارْغَبْ, fa-rghab) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti menginginkan. Ia dipakai di 8 ayat, yaitu 2:130, 4:127, 9:59, 9:120, 19:46, 21:90, 68:32, dan ayat ini. Yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa arah akar ini ditentukan oleh kata depan yang menyertainya.
Di 2:130 tertulis (يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ, yarghabu 'an millati ibraahiima), berpaling dari agama Ibrahim, dan di sana kata depannya berarti dari. Di ayat ini kata depannya (إِلَىٰ, ilaa), yang berarti kepada. Jadi satu akar memikul berpaling menjauh dan menghadap mendekat, dan yang membedakan cuma satu kata depan.
Di 21:90 akar yang sama muncul sebagai (رَغَبًا وَرَهَبًا, raghaban wa-rahaban), dengan harap dan cemas, dalam kalimat tentang mereka yang berdoa. Jadi akar ini menyebut condong yang disertai keinginan, dan di ayat ini kecondongan itu diperintahkan mengarah kepada Tuhannya.
Susunan ayat ini menaruh (إِلَىٰ رَبِّكَ, ilaa rabbika) sebelum kata kerjanya, padahal susunan biasa menaruhnya sesudahnya. Susunan yang mendahulukan keterangan dipakai untuk membatasi, sehingga yang dinyatakan bukan sekadar berharaplah kepada Tuhanmu melainkan berharaplah kepada Tuhanmu saja. Bahasa Indonesia menahannya dengan menaruh kata hanya di depan, memakai cara lain untuk menahan pembatasan yang sama.
Kata (رَبِّكَ, rabbika) menyebut Yang dituju dengan kata yang berarti pemelihara dan pengasuh, dan itu satu-satunya nama Allah yang dipakai di seluruh surah ini. Surah yang dibuka dengan empat pemberian dan ditutup dengan perintah menghadap kepada-Nya karena itu memakai satu nama saja untuk Yang memberi dan Yang dituju, dan nama itu nama yang menyebut pemeliharaan.
Dua ayat terakhir surah ini keduanya berupa perintah, sesudah enam ayat yang seluruhnya berupa berita. Yang di 94:7 tentang apa yang dikerjakan tubuhnya, dan yang di sini tentang ke mana hatinya menghadap. Al-Qur'an menaruh keduanya berurutan tanpa satu pun kalimat yang menghubungkannya. Bekerja keras dan berharap kepada-Nya ternyata dua perintah yang tidak dipisahkan, dan tidak dipisahkannya adalah bagian dari caranya bekerja.
Yang tidak diperintahkan di ayat ini juga menerangkan. Tidak diperintahkan berharap lebih banyak, tidak diperintahkan berharap lebih sering, dan tidak disebutkan berapa besar harapan yang cukup. Yang diperintahkan cuma arahnya. Sebuah perintah yang menyangkut arah dan bukan kadar tidak bisa dikerjakan setengah, sebab arah tidak punya tingkatan seperti jumlah.
Akar (فَارْغَبْ, fa-rghab) dipakai di 8 ayat, yaitu 2:130, 4:127, 9:59, 9:120, 19:46, 21:90, 68:32, dan ayat ini. Di 19:46 akar itu muncul dalam ancaman berpisah, dan di 9:59 dalam kalimat tentang orang yang berharap kepada Allah atas apa yang diberikan-Nya. Jadi akar yang sama memikul harapan yang menghadap dan penolakan yang berpaling, dan yang membedakan selalu kata depannya.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini mengarahkan seluruh harapan Nabi hanya kepada Allah, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 8 ayat, dan yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa arah akar ini ditentukan oleh kata depan yang menyertainya.
Di 2:130 akar yang sama dipakai dengan kata depan yang berarti dari, dan artinya berpaling menjauh. Di ayat ini kata depannya berarti kepada. Jadi satu akar memikul berpaling menjauh dan menghadap mendekat, dan yang membedakan cuma satu kata depan. Kecondongan yang sama bisa berakhir di dua arah yang berlawanan.
Susunan ayat ini menaruh keterangan tujuannya sebelum kata kerjanya, padahal susunan biasa menaruhnya sesudahnya. Susunan yang mendahulukan keterangan dipakai untuk membatasi, sehingga yang dinyatakan bukan sekadar berharaplah kepada Tuhanmu melainkan berharaplah kepada Tuhanmu saja.
Kata yang menyebut Yang dituju berarti pemelihara dan pengasuh, dan itu satu-satunya nama Allah yang dipakai di seluruh surah ini. Surah yang dibuka dengan empat pemberian dan ditutup dengan perintah menghadap kepada-Nya karena itu memakai satu nama saja untuk Yang memberi dan Yang dituju. Yang memberi di pangkal dan yang dituju di ujung ternyata dinamai dengan sifat yang sama, yaitu memelihara.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kerja di ayat ini dipakai di 8 ayat, yaitu 2:130, 4:127, 9:59, 9:120, 19:46, 21:90, 68:32, dan 94:8. Di 2:130 Allah memakainya dengan kata depan yang berarti dari, dan artinya berpaling menjauh. Di sini kata depannya berarti kepada. Jadi satu akar memikul berpaling menjauh dan menghadap mendekat, dan yang membedakan cuma satu kata depan. Kecondongan yang sama bisa berakhir di dua arah yang berlawanan, dan yang menentukan kata depannya.
- Di 21:90 akar yang sama muncul dalam rangkaian yang berarti dengan harap dan cemas, dalam kalimat tentang mereka yang berdoa kepada Allah. Jadi akar ini menyebut condong yang disertai keinginan, dan di ayat ini kecondongan itu diperintahkan mengarah kepada Tuhannya. Yang condong selalu condong ke suatu arah, dan yang diperintahkan bukan berhenti condong melainkan memilih arahnya. Yang diperintahkan bukan berhenti condong melainkan memilih ke arah mana ia condong.
- Susunan ayat ini menaruh keterangan tujuannya sebelum kata kerjanya, padahal susunan biasa menaruhnya sesudahnya. Susunan yang mendahulukan keterangan dipakai Allah untuk membatasi, sehingga yang dinyatakan bukan sekadar berharaplah kepada Tuhanmu melainkan berharaplah kepada Tuhanmu saja. Pembatasan itu tidak dinyatakan dengan kata tambahan, melainkan dengan urutan katanya sendiri. Pembatasan itu tidak dinyatakan dengan kata tambahan, melainkan dengan urutan katanya sendiri.
- Kata yang menyebut Yang dituju berarti pemelihara dan pengasuh, dan itu satu-satunya nama Allah yang dipakai di seluruh surah ini. Surah yang dibuka dengan empat pemberian dan ditutup dengan perintah menghadap kepada-Nya memakai satu nama saja untuk Yang memberi dan Yang dituju. Yang memberi di pangkal dan yang dituju di ujung dinamai dengan sifat yang sama. Yang memberi di pangkal dan yang dituju di ujung dinamai dengan sifat yang sama persis.
- Dua ayat terakhir surah ini keduanya berupa perintah, sesudah enam ayat yang seluruhnya berupa berita. Yang di 94:7 tentang apa yang dikerjakan tubuhnya, dan yang di sini tentang ke mana hatinya menghadap. Allah menaruh keduanya berurutan tanpa satu pun kalimat yang menghubungkannya. Bekerja keras dan berharap kepada-Nya ternyata dua perintah yang tidak dipisahkan. Bekerja keras dan berharap kepada-Nya ternyata dua perintah yang tidak pernah dipisahkan.
- Allah tidak memerintahkan berharap lebih banyak, tidak memerintahkan berharap lebih sering, dan tidak menyebutkan berapa besar harapan yang cukup. Yang diperintahkan cuma arahnya. Kepada siapa sebenarnya seseorang berharap ketika ia sedang bekerja keras menyelesaikan sesuatu? Surah ini berhenti pada pertanyaan itu tanpa mengucapkannya. Surah ini berhenti pada pertanyaan itu tanpa sekali pun mengucapkannya dengan kalimat. Arah bisa dibetulkan kapan saja tanpa menunggu keadaan berubah, dan itu sebabnya perintah penutup surah ini tidak pernah kedaluwarsa bagi siapa pun yang membacanya.