وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

Dan demi negeri yang aman ini,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِwa-haadzaa l-baladi l-amiinidan demi negeri yang aman ini

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
  2. الْبَلَدِl-baladinegeri
  3. الْأَمِينِl-amiiniyang aman

Inti bacaan

Sumpah ketiga demi tempat yang dihormati: 'dan demi negeri yang aman ini', penyebutan lokasi yang dijamin keamanannya, kelengkapan rangkaian sumpah yang mencakup tempat-tempat suci dalam sejarah wahyu.

Penjelasan pilihan kata

Kata tunjuk di ayat ini, (وَهَٰذَا, wa-haadzaa), memuat haadzaa yang menunjuk dekat, dan hal itu dikonfirmasi morfologi. Karena itu ia diterjemahkan "ini" dan bukan "itu"; draf yang sudah memakai bentuk dekat sejak awal memang tepat, dan tidak diubah.

Kata tunjuk dekat pada (وَهَٰذَا, wa-haadzaa) itu sendiri patut dicatat. Dua ayat sebelumnya menyebut benda dan tempat tanpa kata tunjuk, dan ayat ini menaruh kata tunjuk dekat di depannya. Jadi yang disumpahkan di sini bukan sesuatu yang jauh melainkan sesuatu yang berada di dekat pembicaranya. Perpindahan dari yang jauh kepada yang dekat menutup rangkaian sumpahnya.

Kata (الْبَلَدِ, al-baladi) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 90:1, 90:2, dan ayat ini. Akarnya berarti negeri. Ia dipakai di 19 ayat, antara lain 2:126, 7:57, 14:35, dan 35:9. Di 90:1 dan 90:2 kata yang sama juga berdiri sebagai isi sumpah, sehingga dua surah memakai satu kata untuk maksud yang sama.

Rangkaian (الْبَلَدِ الْأَمِينِ, al-baladi l-amiini) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (الْأَمِينِ, al-amiini) berasal dari akar yang berarti aman dan percaya. Akar itu dipakai di 723 ayat, dan itu menjadikannya salah satu akar yang paling sering muncul. Akar yang sama memberi kata untuk beriman, untuk aman, dan untuk yang dipercaya.

Jadi (الْبَلَدِ, al-baladi) disifati dengan kata yang seakar dengan kata untuk iman. Bahasa Indonesia menahannya dengan "yang aman", dan padanan itu menjaga sisi keamanannya tanpa menutup sisi kepercayaannya. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara aman dan beriman di ayat ini, dan hubungan itu terbawa oleh akarnya saja.

Susunan tiga ayat pertama surah ini juga patut dicatat. Ayat pertama memuat dua benda di dalam satu ayat, sedangkan ayat kedua dan ayat ini masing-masing memuat satu. Jadi jumlah yang disumpahkan empat, dan pembagiannya dua, satu, satu. Pembagian itu membuat dua yang terakhir berdiri lebih menonjol daripada dua yang pertama, dan yang paling menonjol yang paling dekat.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut nama negerinya, tidak disebut mengapa ia aman, dan tidak disebut siapa yang mengamankannya. Yang tertulis cuma kata tunjuk dan sifatnya. Menyisipkan nama ke dalam terjemahan akan menutup sesuatu yang dibiarkan terbuka, dan pembacanya dibiarkan mengenalinya dari kata tunjuk dekat itu saja.

Susunan sumpah ini juga berakhir tanpa satu pun perbuatan. Tiga ayat berturut-turut berisi benda dan tempat saja, yaitu (وَالتِّينِ, wa-t-tiini), (وَطُورِ سِينِينَ, wa-thuuri siiniina), dan (الْبَلَدِ الْأَمِينِ, al-baladi l-amiini), dan tidak ada satu pun perbuatan yang disebut di dalamnya. Baru di 95:4 sebuah perbuatan muncul, dan pelakunya Allah. Jadi surah ini dibuka dengan tiga ayat yang seluruhnya diam, lalu bergerak sekali, lalu bergerak sekali lagi ke arah yang berlawanan di 95:5.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan negeri yang aman, dan yang paling perlu diperhatikan adalah kata tunjuk di depannya. Dua ayat sebelumnya menyebut benda dan tempat tanpa kata tunjuk, dan ayat ini menaruh kata tunjuk dekat. Jadi yang disumpahkan di sini bukan sesuatu yang jauh melainkan sesuatu yang berada di dekat pembicaranya.

Perpindahan dari yang jauh kepada yang dekat menutup rangkaian sumpahnya. Tiga ayat pertama karena itu tersusun menurut jarak: buah yang bisa dipegang, gunung yang berdiri jauh, lalu negeri yang berada di sini. Al-Qur'an tidak menyatakan susunan itu dengan satu kalimat pun.

Kata untuk negeri muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 90:1, 90:2, dan ayat ini. Di 90:1 dan 90:2 kata yang sama juga berdiri sebagai isi sumpah, sehingga dua surah memakai satu kata untuk maksud yang sama. Akarnya dipakai di 19 ayat.

Kata sifatnya berasal dari akar yang dipakai di 723 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk beriman, untuk aman, dan untuk yang dipercaya. Jadi negeri itu disifati dengan kata yang seakar dengan kata untuk iman. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara aman dan beriman di ayat ini, dan hubungan itu terbawa oleh akarnya saja. Sebuah tempat yang aman dan seorang yang beriman ternyata dinamai dari sumber yang satu, dan kesamaan itu tidak pernah dinyatakan dengan kalimat.

Renungan dan Hikmah

  • Kata tunjuk di ayat ini memuat bentuk yang menunjuk dekat, dan hal itu dikonfirmasi morfologi. Dua ayat sebelumnya menyebut benda dan tempat tanpa kata tunjuk, dan ayat ini menaruh kata tunjuk dekat di depannya. Jadi yang disumpahkan Allah di sini bukan sesuatu yang jauh melainkan sesuatu yang berada di dekat pembicaranya, dan perpindahan itu menutup rangkaian sumpahnya. Perpindahan dari yang jauh kepada yang dekat menutup rangkaian sumpahnya tanpa satu pun kalimat penanda.
  • Tiga ayat pertama tersusun menurut jarak: buah yang bisa dipegang, gunung yang berdiri jauh, lalu negeri yang berada di sini. Allah tidak menyatakan susunan itu dengan satu kalimat pun. Yang paling dekat justru diletakkan paling akhir, sesudah yang jauh. Apa yang berubah pada pendengarnya ketika sumpah yang tadinya tentang tempat jauh tiba-tiba menunjuk tanah yang sedang dipijaknya? Pembacanya dibiarkan menimbangnya sendiri, dan susunan menurut jarak itu tidak pernah dinyatakan dengan kalimat.
  • Kata untuk negeri muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 90:1, 90:2, dan 95:3, dan akarnya dipakai di 19 ayat. Di 90:1 dan 90:2 kata yang sama juga berdiri sebagai isi sumpah. Jadi Allah memakai satu kata untuk maksud yang sama di dua surah yang berbeda, dan dari tiga kemunculannya tidak satu pun berada di luar rangkaian sumpah. Dari tiga kemunculannya tidak satu pun berada di luar rangkaian sumpah, dan itu sendiri sudah menyatakan sesuatu.
  • Kata sifat di ayat ini berasal dari akar yang dipakai di 723 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk beriman, untuk aman, dan untuk yang dipercaya. Jadi negeri itu disifati Allah dengan kata yang seakar dengan kata untuk iman. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan antara aman dan beriman di ayat ini, dan hubungan itu terbawa oleh akarnya saja. Sebuah tempat yang aman dan seorang yang beriman ternyata dinamai dari sumber yang satu, dan kesamaan itu tidak pernah dinyatakan.
  • Rangkaian dua kata yang menyebut negeri yang aman itu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata pertamanya dipakai di tiga tempat dan kata keduanya berasal dari akar yang sangat sering dipakai, tetapi keduanya dirangkai persis begini cuma sekali. Allah memakai rangkaian yang tidak punya pembanding untuk menutup sumpah yang menyiapkan pernyataan tentang manusia. Rangkaian yang tidak punya pembanding dipakai untuk menutup sumpah yang menyiapkan pernyataan tentang manusia.
  • Tiga ayat pertama surah ini menyumpahkan buah, gunung, dan negeri, dan tidak satu pun menyumpahkan orang. Padahal yang dibicarakan sesudahnya manusia. Allah menaruh benda dan tempat sebagai saksi bagi pernyataan tentang manusia, dan benda tidak bisa membantah. Yang tidak bisa berpihak adalah saksi yang paling sulit dipersoalkan oleh siapa pun. Yang tidak bisa berpihak adalah saksi yang paling sulit dipersoalkan oleh siapa pun yang mendengarnya.