أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
Bagaimana pendapatmu jika dia mendustakan dan berpaling?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰa-ra'ayta in kadzdzaba wa-tawallaabagaimana pendapatmu jika dia mendustakan dan berpaling
Terjemahan per kata (4 kata)
- أَرَأَيْتَa-ra'aytabagaimana pendapatmu
- إِنْinjika
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- وَتَوَلَّىٰwa-tawallaadan berpaling
Inti bacaan
Pembalikan fokus menuju karakter penindas sendiri: 'bagaimana pendapatmu jika dia mendustakan dan berpaling?', pengalihan pertanyaan dari korban menuju pelaku, mengungkap dua ciri utama karakter yang melarang kebaikan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (أَرَأَيْتَ, ara-ayta) muncul untuk ketiga kalinya di dalam surah ini sesudah 96:9 dan 96:11. Jadi tiga dari sembilan kemunculannya di seluruh Al-Qur'an berkumpul di dalam satu surah, dan ketiganya berjarak dua ayat.
Rangkaian (كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ, kadzdzaba wa tawallaa) muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 20:48, 75:32, 92:16, dan 96:13. Kesejajaran dengan 92:16 patut dicatat, sebab di sana rangkaian yang sama persis dipakai untuk merinci ciri orang yang paling celaka.
Jadi dua surah yang berdekatan memakai rangkaian yang sama persis, dan yang di 92:16 menerangkan orang yang paling celaka sedangkan yang di sini menerangkan orang yang melarang. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.
Kesejajaran dengan 88:23 patut dicatat pula, sebab di sana dua kata kerja yang seakar berdiri berdampingan dengan urutan yang terbalik. Jadi lima tempat memakai pasangan akar yang sama, dan urutannya tidak seragam di seluruhnya. Kata (وَتَوَلَّىٰ, wa tawallaa) di sini berpola kelima, sehingga perbuatannya pilihannya.
Kata (إِنْ, in) huruf syarat, sama seperti huruf di 96:11. Jadi dua ayat memakai huruf yang sama untuk dua kemungkinan yang berlawanan: yang di sana tentang hamba yang berada di atas petunjuk, dan yang di sini tentang orang yang mendustakan.
Perbedaan pihaknya patut dicatat. Dua pertanyaan pertama tentang hamba yang dilarang, dan pertanyaan ketiga ini tentang orang yang melarang. Jadi arah pertanyaannya berbalik tepat di ayat ini, dan Al-Qur'an tidak menandai pembalikan itu dengan satu kata pun.
Susunan ayat ini tidak memuat jawaban bagi syaratnya, sama seperti susunan di 96:11 dan 96:12. Jadi tiga pertanyaan berturut-turut dibiarkan tanpa jawaban, dan yang datang sesudahnya di 96:14 justru pertanyaan lain yang berbeda bentuknya.
Kedua kata kerja di ayat ini berbentuk lampau, sedangkan kata kerja di 96:9 berbentuk sekarang. Jadi perbuatan melarang disebut sebagai yang berlangsung, dan perbuatan mendustakan serta berpaling sebagai yang sudah selesai. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu. Kata (كَذَّبَ, kadzdzaba) mendahuluinya, dan keduanya sama-sama berbentuk lampau.
Kata (كَذَّبَ, kadzdzaba) berpola kedua, sehingga artinya menyatakan sesuatu dusta, bukan berdusta sendiri. Jadi perbuatannya tertuju kepada sesuatu di luar dirinya, dan Al-Qur'an tidak menyebut apa yang didustakan di dalam ayat ini.
Bentuk (وَتَوَلَّىٰ, wa tawallaa) berpola kelima, sehingga perbuatannya disandarkan kepada pelakunya sendiri. Jadi berpaling itu pilihannya, bukan sesuatu yang menimpanya, dan perbedaan itu terbawa di dalam pola katanya.
Tafsiran
Ayat ini membalikkan sudut pandang ke pihak yang melarang: bagaimana jika justru dia yang mendustakan, dan kata pertamanya muncul untuk ketiga kalinya di dalam surah ini sesudah 96:9 dan 96:11.
Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 20:48, 75:32, 92:16, dan 96:13. Kesejajaran dengan 92:16 patut dicatat, sebab di sana rangkaian yang sama persis dipakai untuk merinci ciri orang yang paling celaka.
Jadi dua surah yang berdekatan memakai rangkaian yang sama persis, dan yang di 92:16 menerangkan orang yang paling celaka sedangkan yang di sini menerangkan orang yang melarang.
Kesejajaran dengan 88:23 patut dicatat pula, sebab di sana dua kata kerja yang seakar berdiri berdampingan dengan urutan yang terbalik. Jadi lima tempat memakai pasangan akar yang sama, dan urutannya tidak seragam di seluruhnya.
Perbedaan pihaknya patut dicatat. Dua pertanyaan pertama tentang hamba yang dilarang, dan pertanyaan ketiga ini tentang orang yang melarang. Jadi arah pertanyaannya berbalik tepat di ayat ini. Kata ketiganya berpola kedua, sehingga artinya menyatakan sesuatu dusta, bukan berdusta sendiri. Jadi perbuatannya tertuju kepada sesuatu di luar dirinya, dan Al-Qur'an tidak menyebut apa yang didustakan di dalam ayat ini maupun di 96:14.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 20:48, 75:32, 92:16, dan 96:13. Kesejajaran dengan 92:16 patut dicatat, sebab di sana rangkaian yang sama persis dipakai Allah untuk merinci ciri orang yang paling celaka. Jadi dua surah berdekatan memakai rangkaian yang sama untuk dua pihak yang berbeda sebutannya. Pembalikan arah itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa pihak yang ditanyakan sudah berganti.
- Kesejajaran dengan 88:23 patut dicatat pula, sebab di sana dua kata kerja yang seakar berdiri berdampingan dengan urutan yang terbalik. Jadi lima tempat memakai pasangan akar yang sama, dan urutannya tidak seragam di seluruhnya. Allah tidak menerangkan perbedaan urutan itu dengan satu kalimat pun. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa tempatnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah maksud di balik pemakaian yang berulang.
- Dua pertanyaan pertama tentang hamba yang dilarang, dan pertanyaan ketiga ini tentang orang yang melarang. Jadi arah pertanyaan Allah berbalik tepat di ayat ini, dan Al-Qur'an tidak menandai pembalikan itu dengan satu kata pun. Pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa pihaknya sudah berganti. Jadi perbuatannya tertuju kepada sesuatu di luar dirinya, dan Al-Qur'an tidak menyebut apa yang didustakan di dalam ayat ini sama sekali. Mendustakan dan berpaling disebut sebagai dua perbuatan yang sudah selesai, bukan yang berlangsung.
- Susunan ayat ini tidak memuat jawaban bagi syaratnya, sama seperti susunan di 96:11 dan 96:12. Jadi tiga pertanyaan berturut-turut dibiarkan Allah tanpa jawaban, dan yang datang sesudahnya di 96:14 justru pertanyaan lain yang berbeda bentuknya. Tidak satu pun ditutup dengan kesimpulan. Yang tersedia bagi pembacanya cuma pasangan katanya, dan menambahkan keterangan tentang sasarannya berarti menaruh apa yang tidak tertulis. Pertanyaan ketiga membalik arahnya tanpa satu kata penanda pun di antara dua ayatnya.
- Kedua kata kerja di ayat ini berbentuk lampau, sedangkan kata kerja di 96:9 berbentuk sekarang. Jadi perbuatan melarang disebut Allah sebagai yang berlangsung, dan perbuatan mendustakan serta berpaling sebagai yang sudah selesai. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan waktu itu dengan satu kalimat pun. Susunan itu menutup rangkaian tiga pertanyaan, dan yang datang sesudahnya berbentuk pertanyaan lain yang jenisnya sama sekali berbeda. Pertanyaan ketiga membalik arahnya tanpa satu kata penanda pun di antara dua ayatnya.
- Kata keduanya huruf syarat, sama seperti huruf di 96:11, dan dua ayat memakai huruf yang sama untuk dua kemungkinan yang berlawanan. Apa yang dikerjakan sebuah susunan pada pembacanya ketika ia diminta membayangkan kebaikan pihak yang satu dan keburukan pihak yang lain dengan huruf yang sama? Perbedaan pola itu terbawa di dalam huruf tambahannya, dan menggantinya akan mengubah apakah perbuatannya pilihan atau sesuatu yang menimpanya.