إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dari Ahlulkitab dan orang-orang musyrik dalam api Jahanam, kekal di dalamnya; mereka itulah seburuk-buruk makhluk.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَاinna lladziina kafaruu min ahli l-kitaabi wa-l-musyrikiina fii naari jahannama khaalidiina fiihaasesungguhnya orang-orang yang kufur dari Ahlulkitab dan orang-orang musyrik dalam api Jahanam, kekal di dalamnya
  2. أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِulaa'ika hum syarru l-bariyyatimereka itulah seburuk-buruk makhluk

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. مِنْmindari
  5. أَهْلِahlikalangan
  6. الْكِتَابِl-kitaabiKitab
  7. وَالْمُشْرِكِينَwa-l-musyrikiinadan orang-orang musyrik
  8. فِيfiidalam
  9. نَارِnaariapi
  10. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  11. خَالِدِينَkhaalidiinakekal
  12. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  13. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  14. هُمْhummereka
  15. شَرُّsyarruseburuk-buruk
  16. الْبَرِيَّةِl-bariyyatimakhluk

Inti bacaan

Konsekuensi tegas bagi penolakan setelah kejelasan: 'orang-orang yang kufur dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (berada) dalam api Jahanam, kekal di dalamnya; mereka itulah seburuk-buruk makhluk', penilaian keras terhadap penolakan yang terjadi meski bukti telah tersedia jelas.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(berada)" tidak dipakai, sebab kalimat nominal dalam bahasa Indonesia tanpa kata kerja penghubung tetap gramatikal. Rangkaian yang menyebut apinya disederhanakan menjadi "neraka", konsisten dengan 66:9, 67:6, 72:15, dan 72:23. Kata tunjuk (أُولَٰئِكَ, ulaa-ika) menunjuk jauh dan berbentuk jamak, dan hal itu dikonfirmasi morfologi.

Rangkaian (شَرُّ الْبَرِيَّةِ, syarru l-bariyyati) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (الْبَرِيَّةِ, al-bariyyati) muncul 2 kali, yaitu di ayat ini dan 98:7, keduanya di dalam surah ini. Jadi kata itu tidak dipakai di ayat lain mana pun, dan kedua kemunculannya berlawanan artinya.

Akar (الْبَرِيَّةِ, al-bariyyati) berarti lepas dan bersih dari. Akar itu dipakai di 28 ayat. Akar yang sama memberi nama Allah di 59:24, yaitu (الْبَارِئُ, al-baari-u), Sang Pembuat. Jadi kata yang menyebut makhluk di ayat ini berasal dari akar yang sama dengan nama Yang membuat mereka. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai dari satu sumber kata.

Susunan ayat ini juga patut dicatat. Ia menyebut dua golongan yang sama dengan yang disebut di 98:1, yaitu yang kufur dari Ahlulkitab dan orang-orang musyrik. Jadi surah ini kembali kepada dua golongan yang disebut di ayat pembukanya, sesudah lima ayat membicarakan bukti dan perintah. Yang di 98:1 belum diberi keputusan, di sini diberi keputusannya.

Kata (خَالِدِينَ, khaalidiina) berasal dari akar yang berarti kekal, akar yang sama dengan bentuk yang dipakai di 104:3 untuk sangkaan bahwa harta mengekalkan seseorang. Jadi akar yang di sana dipinjamkan kepada harta secara keliru, di sini dipakai pada tempatnya yang sebenarnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun.

Dua golongan yang disebut berbeda asal-usulnya, tetapi keputusannya sama. Al-Qur'an tidak membedakan bobot keduanya di dalam kalimat ini, dan susunan yang sama sudah dipakai di 98:1. Jadi yang menentukan bukan dari mana seseorang berasal melainkan sikapnya terhadap bukti yang datang, dan kedudukan yang diwarisi tidak menambah dan tidak mengurangi.

Kata (خَالِدِينَ, khaalidiina) berasal dari akar yang berarti kekal, akar yang sama dengan bentuk yang dipakai di 104:3 untuk sangkaan bahwa harta mengekalkan seseorang. Jadi akar yang di sana dipinjamkan kepada harta secara keliru, di sini dipakai pada tempatnya yang sebenarnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya. Yang menentukan bukan asal-usulnya melainkan sikapnya terhadap bukti yang sudah datang. Yang menentukan bukan asal-usulnya melainkan sikapnya terhadap bukti yang sudah datang.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan nasib kekal orang-orang yang kufur sebagai makhluk terburuk, dan ia menyatakan keputusan bagi dua golongan yang disebut di ayat pembuka surah ini, dan rangkaian yang dipakai muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata yang menyebut makhluk muncul 2 kali, yaitu di ayat ini dan 98:7, keduanya di dalam surah ini.

Jadi kata itu tidak dipakai di ayat lain mana pun, dan kedua kemunculannya berlawanan artinya. Yang di sini seburuk-buruk dan yang di sana sebaik-baik. Satu kata dipakai untuk dua ujung yang paling jauh jaraknya, dan keduanya berdampingan di dua ayat yang bersebelahan.

Akar kata itu dipakai di 28 ayat, dan akar yang sama memberi nama Allah di 59:24, yaitu Sang Pembuat. Jadi kata yang menyebut makhluk di ayat ini berasal dari akar yang sama dengan nama Yang membuat mereka. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai dari satu sumber kata, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun.

Susunan surahnya juga patut dicatat. Ayat ini kembali kepada dua golongan yang disebut di 98:1, sesudah lima ayat membicarakan bukti dan perintah. Yang di 98:1 belum diberi keputusan, di sini diberi keputusannya. Jadi surah ini membuka dan menutup dengan orang yang sama, dan yang berubah cuma apa yang sudah diketahui tentang mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang menyebut makhluk muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 98:6 dan 98:7, keduanya di dalam surah ini. Jadi kata itu tidak dipakai Allah di ayat lain mana pun, dan kedua kemunculannya berlawanan artinya. Satu kata dipakai untuk dua ujung yang paling jauh jaraknya, dan keduanya berdampingan di dua ayat yang bersebelahan. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama.
  • Akar kata yang menyebut makhluk dipakai di 28 ayat, dan akar yang sama memberi nama Allah di 59:24, yaitu Sang Pembuat. Jadi kata yang menyebut makhluk di ayat ini berasal dari akar yang sama dengan nama Yang membuat mereka. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai dari satu sumber kata, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama.
  • Ayat ini kembali kepada dua golongan yang disebut di 98:1, sesudah lima ayat membicarakan bukti dan perintah. Yang di 98:1 belum diberi keputusan, di sini diberi keputusannya. Jadi Allah membuka dan menutup pembicaraan tentang mereka dengan orang yang sama, dan yang berubah cuma apa yang sudah diketahui tentang mereka di antara kedua ayat itu. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama.
  • Kata yang menyebut kekal berasal dari akar yang sama dengan bentuk yang dipakai di 104:3 untuk sangkaan bahwa harta mengekalkan seseorang. Jadi akar yang di sana dipinjamkan kepada harta secara keliru, di sini dipakai Allah pada tempatnya yang sebenarnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan kedua ayat itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama.
  • Dua golongan yang disebut berbeda asal-usulnya, tetapi keputusannya sama. Allah tidak membedakan bobot keduanya di dalam kalimat ini. Jadi yang menentukan bukan dari mana seseorang berasal melainkan sikapnya terhadap bukti yang datang. Apa gunanya kedudukan yang diwarisi seseorang, kalau yang ditimbang justru apa yang dikerjakannya sendiri? Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama.
  • Kata tunjuk di ayat ini menunjuk jauh dan berbentuk jamak, dan hal itu dikonfirmasi morfologi. Yang ditunjuk tidak berdiri dekat; mereka diperlihatkan dari kejauhan kepada pembacanya. Jarak itu membuat pembacanya melihat mereka dari luar, dan melihat dari luar adalah kedudukan yang paling mudah untuk merasa aman. Ayat berikutnya memakai kata tunjuk yang sama untuk golongan yang berlawanan. Yang dibuat dan Yang membuat dinamai Allah dari satu sumber kata yang sama.