إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِinna lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati ulaa'ika hum khayru l-bariyyatisesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُمْhummereka
- خَيْرُkhayrusebaik-baik
- الْبَرِيَّةِl-bariyyatimakhluk
Inti bacaan
Kontras positif bagi yang menerima: 'orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk', pembalikan total penilaian, status tertinggi bagi yang merespons bukti dengan tepat.
Penjelasan pilihan kata
Kata tunjuk (أُولَٰئِكَ, ulaa-ika) menunjuk jauh dan berbentuk jamak, dan hal itu dikonfirmasi morfologi. Karena itu ia diterjemahkan "mereka itulah"; draf yang sudah memakai bentuk jauh sejak awal memang tepat, dan tidak diubah. Kata tunjuk yang sama dipakai di 98:6 untuk golongan yang berlawanan.
Rangkaian (خَيْرُ الْبَرِيَّةِ, khayru l-bariyyati) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia pasangan bagi rangkaian di 98:6. Kata (الْبَرِيَّةِ, al-bariyyati) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 98:6 dan 98:7, dan keduanya berlawanan artinya.
Susunan ayat ini bercermin dengan susunan 98:6. Keduanya dibuka huruf penegas, keduanya menyebut golongannya, keduanya memakai kata tunjuk jauh yang sama, dan keduanya ditutup dengan rangkaian yang memakai kata yang sama. Yang berbeda cuma siapa golongannya dan satu kata di ujungnya. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
Rangkaian (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, alladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) dipakai di puluhan ayat di seluruh Al-Qur'an, dan ia salah satu rangkaian yang paling sering muncul. Rangkaian yang sama dipakai di 95:6 dan 103:3 sebagai pengecualian bagi pernyataan yang mendahuluinya. Di sini ia tidak berupa pengecualian melainkan golongan tersendiri yang berdiri sejajar dengan golongan di 98:6.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut berapa banyak kebajikan yang diperlukan, tidak disebut apakah ada batas bawahnya, dan tidak disebut apa yang terjadi kalau kebajikannya terputus. Yang disebut cuma dua hal, sama seperti di 95:6 dan 103:3. Ketiadaan ukuran menutup jalan untuk merasa aman lewat perhitungan.
Rangkaian (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, alladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) dipakai di puluhan ayat di seluruh Al-Qur'an, dan ia salah satu rangkaian yang paling sering muncul. Rangkaian yang sama dipakai di 95:6 dan 103:3 sebagai pengecualian bagi pernyataan yang mendahuluinya. Di sini ia tidak berupa pengecualian melainkan golongan tersendiri yang berdiri sejajar dengan golongan di 98:6.
Golongan di ayat ini tidak disebut dengan nama kelompok, melainkan dengan apa yang mereka kerjakan. Bandingkan dengan 98:6 yang menyebut golongannya menurut asal-usulnya. Jadi yang di sana dinamai menurut dari mana mereka berasal, dan yang di sini dinamai menurut apa yang mereka kerjakan. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan cara penamaan itu dengan satu kalimat pun. Yang dinamai menurut perbuatannya berdiri di seberang yang dinamai menurut asal-usulnya.
Tafsiran
Ayat ini menyatakan keputusan bagi golongan yang berlawanan dengan yang disebut di 98:6, dan susunannya bercermin dengan susunan ayat itu. Keduanya dibuka huruf penegas, keduanya menyebut golongannya, keduanya memakai kata tunjuk jauh yang sama, dan keduanya ditutup dengan rangkaian yang memakai kata yang sama.
Yang berbeda cuma siapa golongannya dan satu kata di ujungnya. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan. Al-Qur'an tidak menambahkan satu kalimat pun untuk menerangkan bahwa keduanya berlawanan.
Rangkaian yang dipakai muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya muncul 2 kali, keduanya di dalam surah ini. Jadi kata yang menyebut makhluk tidak dipakai di ayat lain mana pun, dan kedua kemunculannya berlawanan artinya.
Rangkaian yang menyebut golongannya dipakai di puluhan ayat, dan ia salah satu rangkaian yang paling sering muncul. Rangkaian yang sama dipakai di 95:6 dan 103:3 sebagai pengecualian bagi pernyataan yang mendahuluinya. Di sini ia tidak berupa pengecualian melainkan golongan tersendiri yang berdiri sejajar. Jadi satu rangkaian dipakai untuk dua kedudukan yang berbeda di dalam susunan kalimat yang berbeda pula. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
Renungan dan Hikmah
- Susunan ayat ini bercermin dengan susunan 98:6. Keduanya dibuka huruf penegas, keduanya menyebut golongannya, keduanya memakai kata tunjuk jauh yang sama, dan keduanya ditutup dengan rangkaian yang memakai kata yang sama. Yang berbeda cuma siapa golongannya dan satu kata di ujungnya. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan Allah. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
- Rangkaian yang menyebut golongannya dipakai di puluhan ayat di seluruh Al-Qur'an. Rangkaian yang sama dipakai Allah di 95:6 dan 103:3 sebagai pengecualian bagi pernyataan yang mendahuluinya. Di sini ia tidak berupa pengecualian melainkan golongan tersendiri yang berdiri sejajar dengan golongan di ayat sebelumnya. Satu rangkaian, dua kedudukan yang berbeda. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
- Kata tunjuk di ayat ini menunjuk jauh dan berbentuk jamak, dan kata tunjuk yang sama dipakai di 98:6 untuk golongan yang berlawanan. Jadi Allah memakai satu kata tunjuk untuk dua golongan yang paling jauh jaraknya. Yang membedakan bukan cara menunjuknya melainkan apa yang disebut sesudahnya, dan keduanya sama-sama diperlihatkan dari kejauhan. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
- Allah tidak menyebutkan berapa banyak kebajikan yang diperlukan, tidak menyebutkan apakah ada batas bawahnya, dan tidak menyebutkan apa yang terjadi kalau kebajikannya terputus. Yang disebut cuma dua hal, sama seperti di 95:6 dan 103:3. Ketiadaan ukuran menutup jalan untuk merasa aman lewat perhitungan, dan yang tersisa cuma mengerjakannya. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
- Yang dipakai bentuk yang menyatakan paling, bukan bentuk yang menyatakan lebih. Jadi yang dinyatakan Allah bukan bahwa mereka lebih baik daripada golongan tertentu, melainkan bahwa mereka yang terbaik di antara seluruh yang dibuat. Sebuah pernyataan sebesar itu tidak menyediakan pembanding, sebab yang dibandingkan sudah mencakup semuanya. Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.
- Golongan di ayat ini tidak disebut dengan nama kelompok, melainkan dengan apa yang mereka kerjakan: beriman dan mengerjakan kebajikan. Bandingkan dengan 98:6 yang menyebut golongannya menurut asal-usulnya. Jadi yang di sana dinamai menurut dari mana mereka berasal, dan yang di sini dinamai menurut apa yang mereka kerjakan. Mana yang lebih menerangkan tentang seseorang? Kesejajaran serapat itu membuat perbedaan keduanya terbaca tanpa perlu dinyatakan.