وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

Dan bumi mengeluarkan beban-bebannya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَاwa-akhrajati l-ardhu atsqaalahaadan bumi mengeluarkan beban-bebannya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَأَخْرَجَتِwa-akhrajatidan mengeluarkan
  2. الْأَرْضُl-ardhubumi
  3. أَثْقَالَهَاatsqaalahaabeban-bebannya

Inti bacaan

Pengungkapan isi tersembunyi bumi: 'dan bumi mengeluarkan beban-bebannya', momen ketika segala yang terkubur (termasuk jasad) dikeluarkan kembali ke permukaan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (أَثْقَالَهَا, atsqaalahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti berat. Ia dipakai di 26 ayat, antara lain 4:40, 7:8, 21:47, 23:102, dan 101:6. Yang paling perlu dicatat adalah bahwa akar ini muncul tiga kali di dalam surah pendek ini sendiri: di ayat ini, lalu di 99:7, lalu di 99:8.

Pemakaian di tempat lain menerangkan lebih jauh. Di 7:8, 23:102, dan 101:6 ia dipakai untuk timbangan yang berat pada hari perhitungan, dan di 21:47 untuk timbangan yang adil. Jadi akar yang menyebut beban bumi di ayat ini juga akar yang menyebut berat timbangan amal, dan surah ini memakai keduanya dalam delapan ayat.

Kata (أَثْقَالَهَا, atsqaalahaa) berbentuk jamak dan memuat kata ganti kepemilikan: beban-bebannya sendiri. Kepemilikan itu sama dengan kepemilikan pada (زِلْزَالَهَا, zilzaalahaa) di 99:1. Jadi yang dikeluarkan bukan sesuatu yang dititipkan dari luar melainkan sesuatu yang selama ini memang ada di dalamnya dan menjadi bagian dirinya.

Kata kerja (وَأَخْرَجَتِ, wa-akhrajati) berbentuk aktif, berbeda dari kata kerja pasif di 99:1. Jadi bumi bukan lagi yang dikenai melainkan yang mengerjakan. Perubahan itu terjadi di dalam dua ayat berturut-turut: yang diguncang di ayat pertama menjadi yang mengeluarkan di ayat kedua. Akar kata kerjanya berarti keluar. Ia dipakai di 157 ayat.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa isi beban itu, tidak disebut ke mana ia dikeluarkan, dan tidak disebut siapa yang menerimanya. Yang disebut cuma bahwa ia keluar. Sebuah gambaran yang menyebut gerak tanpa menyebut isinya memaksa pembacanya sendiri menimbang apa saja yang selama ini disimpan bumi, dan setiap orang punya jawaban yang berbeda untuk itu.

Bentuk kata kerja (وَأَخْرَجَتِ, wa-akhrajati) berbentuk aktif, berbeda dari bentuk pasif di 99:1. Jadi bumi bukan lagi yang dikenai melainkan yang mengerjakan, dan perubahan itu terjadi di dalam dua ayat berturut-turut. Akar kata kerjanya berarti keluar. Ia dipakai di 157 ayat, dan artinya mengeluarkan sesuatu dari tempat ia berada.

Bumi selama ini menjadi tempat segala sesuatu ditaruh dan ditinggalkan: yang mati, yang dibuang, dan yang disembunyikan. Ayat ini menyatakan bahwa penyimpanan itu ada batasnya. Tempat yang paling dipercaya menyimpan ternyata tempat yang paling lengkap mengembalikan, dan tidak ada satu pun yang bisa dititipkan kepadanya untuk selamanya. Yang menaruh sesuatu di sana dan menganggap urusannya sudah selesai ternyata cuma menundanya, dan penundaan itu berakhir pada hari yang digambarkan surah ini, tanpa satu pun pengecualian.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran dengan bumi yang memuntahkan seluruh isinya, dan kata kerjanya berbentuk aktif, berbeda dari kata kerja pasif di 99:1. Jadi bumi bukan lagi yang dikenai melainkan yang mengerjakan. Perubahan itu terjadi di dalam dua ayat berturut-turut: yang diguncang di ayat pertama menjadi yang mengeluarkan di ayat kedua.

Kata yang menyebut bebannya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 26 ayat. Yang paling perlu dicatat adalah bahwa akar ini muncul tiga kali di dalam surah pendek ini sendiri: di ayat ini, lalu di 99:7, lalu di 99:8. Di 7:8, 23:102, dan 101:6 akar yang sama dipakai untuk timbangan yang berat pada hari perhitungan.

Jadi akar yang menyebut beban bumi di ayat ini juga akar yang menyebut berat timbangan amal. Surah ini memakai keduanya dalam delapan ayat, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Yang bisa dicatat cuma bahwa yang dikeluarkan bumi dan yang ditimbang untuk manusia dinamai dengan akar yang satu.

Bentuk jamak dan kata ganti kepemilikan pada kata bebannya juga patut dicatat. Yang dikeluarkan bukan sesuatu yang dititipkan dari luar melainkan sesuatu yang selama ini memang ada di dalamnya dan menjadi bagian dirinya. Kepemilikan yang sama sudah muncul di 99:1 dan akan muncul lagi di 99:4, sehingga tiga ayat berbicara tentang apa yang menjadi milik bumi sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang menyebut beban di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 26 ayat. Yang paling perlu dicatat adalah bahwa akar ini muncul tiga kali di dalam surah pendek ini sendiri: di ayat ini, lalu di 99:7, lalu di 99:8. Allah memakai satu akar untuk beban bumi dan untuk ukuran amal manusia di dalam delapan ayat yang sama. Satu akar mengikat beban bumi dan ukuran amal di dalam delapan ayat yang sama. Angka tiga itu tidak besar, tetapi di dalam surah delapan ayat ia berarti tiap dua ayat sekali.
  • Di 7:8, 23:102, dan 101:6 akar yang sama dipakai Allah untuk timbangan yang berat pada hari perhitungan, dan di 21:47 untuk timbangan yang adil. Jadi akar yang menyebut beban bumi di ayat ini juga akar yang menyebut berat timbangan amal. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya sendiri. Yang menyambungkan keduanya cuma akarnya sendiri, bukan satu pun kalimat yang menunjuknya.
  • Kata kerja di ayat ini berbentuk aktif, berbeda dari kata kerja pasif di ayat sebelumnya. Jadi bumi bukan lagi yang dikenai melainkan yang mengerjakan. Perubahan itu terjadi di dalam dua ayat berturut-turut: yang diguncang di ayat pertama menjadi yang mengeluarkan di ayat kedua. Allah menaikkan kedudukan bumi dari sasaran menjadi pelaku, dan kenaikan itu berlanjut sampai ia berbicara di 99:4. Kenaikan kedudukan itu berlanjut sampai bumi akhirnya berbicara sendiri di ayat keempat.
  • Kata bebannya berbentuk jamak dan memuat kata ganti kepemilikan: beban-bebannya sendiri. Kepemilikan itu sama dengan kepemilikan pada kata guncangan di ayat pertama. Jadi yang dikeluarkan bukan sesuatu yang dititipkan dari luar melainkan sesuatu yang selama ini memang ada di dalamnya dan menjadi bagian dirinya. Yang disimpan cukup lama akhirnya berhenti terasa sebagai titipan. Yang disimpan cukup lama akhirnya berhenti terasa sebagai titipan, dan mulai terasa sebagai milik.
  • Yang tidak disebut Allah di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa isi beban itu, tidak disebut ke mana ia dikeluarkan, dan tidak disebut siapa yang menerimanya. Yang disebut cuma bahwa ia keluar. Apa saja yang selama ini ditelan bumi dan dianggap sudah selesai oleh orang yang menaruhnya di sana? Setiap orang punya jawaban yang berbeda untuk pertanyaan itu. Setiap orang punya jawaban yang berbeda untuk pertanyaan itu, dan itulah gunanya.
  • Bumi selama ini menjadi tempat segala sesuatu ditaruh dan ditinggalkan: yang mati, yang dibuang, dan yang disembunyikan. Allah menyatakan bahwa penyimpanan itu ada batasnya. Tempat yang paling dipercaya menyimpan ternyata tempat yang paling lengkap mengembalikan, dan tidak ada satu pun yang bisa dititipkan kepadanya untuk selamanya. Tidak ada satu pun yang bisa dititipkan kepadanya untuk selamanya. Segala yang ditanam di dalamnya, baik yang sengaja dikubur maupun yang jatuh tanpa diketahui siapa pun, disebut kembali keluar pada hari itu tanpa ada yang menggalinya.