وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا
Dan manusia berkata, “Apa yang terjadi dengannya?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَاwa-qaala l-insaanu maa lahaadan manusia berkata, apa yang terjadi dengannya
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
- مَاmaaapa
- لَهَاlahaadengannya
Inti bacaan
Reaksi kebingungan manusia: 'dan manusia berkata: apa yang terjadi dengannya?', ekspresi kepanikan dan ketidakpahaman menghadapi fenomena yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Penjelasan pilihan kata
Kutip dibuka dan ditutup di dalam ayat ini sendiri, dan hal itu dikonfirmasi oleh kata kerja (وَقَالَ, wa-qaala) dari akar q-w-l lewat morfologi. Jadi yang diucapkan manusia berhenti di ujung ayat ini, dan 99:4 bukan lanjutan ucapannya melainkan kalimat baru dari Yang berfirman.
Rangkaian (مَا لَهَا, maa lahaa) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:26, 38:15, 50:6, dan ayat ini. Di 50:6 ia dipakai dalam kalimat tentang langit yang dibangun tanpa retak, dan di 14:26 tentang pohon buruk yang tidak punya ketetapan. Jadi rangkaian yang sama dipakai untuk menanyakan keadaan sesuatu, dan di sini yang ditanyakan keadaan bumi.
Yang paling perlu diperhatikan adalah apa yang ditanyakan manusia. Ia tidak bertanya tentang dirinya, tidak bertanya apa yang akan terjadi kepadanya, dan tidak bertanya kepada siapa ia harus kembali. Yang ditanyakan keadaan bumi. Jadi pada saat segala sesuatu berbalik, perhatiannya masih tertuju kepada benda di sekelilingnya, bukan kepada dirinya sendiri.
Kata (الْإِنْسَانُ, al-insaanu) memakai kata sandang, sehingga yang disebut manusia sebagai jenis, bukan satu orang tertentu. Bentuk yang sama dipakai di 100:6, dan di kedua tempat itu tidak ada satu pun golongan yang dikecualikan. Akar kata kerjanya berarti mengatakan. Ia dipakai di 1383 ayat, dan itu menjadikannya salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an.
Ini satu-satunya ucapan manusia yang dicatat di dalam surah ini, dan ia berupa pertanyaan. Sesudah ayat ini manusia tidak berbicara lagi; yang berbicara bumi di 99:4, lalu keterangan tentang Tuhan di 99:5, lalu gambaran tentang manusia di 99:6 sampai 99:8. Jadi manusia berbicara sekali, bertanya, dan tidak pernah mendapat jawaban langsung atas pertanyaannya di dalam surah ini.
Letak ayat ini di dalam surahnya juga menerangkan. Pertanyaan ini datang sesudah bumi diguncang dan bebannya dikeluarkan, bukan sebelumnya. Jadi ia pertanyaan yang muncul ketika jawabannya sudah berlangsung di depan mata. Al-Qur'an mencatat pertanyaan itu tanpa menjawabnya secara langsung, dan yang datang sesudahnya bukan jawaban melainkan gambaran tentang bumi yang bercerita. Yang bertanya tidak pernah dijawab, dan yang menjawab tidak pernah ditanya.
Akar kata kerja (وَقَالَ, wa-qaala) berarti mengatakan. Akar itu dipakai di 1383 ayat, dan itu menjadikannya salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Akar yang dipakai ribuan kali itu di dalam surah ini cuma muncul sekali, dan sekali itu untuk satu pertanyaan pendek yang tidak dijawab. Yang paling banyak bicara di sepanjang Al-Qur'an ternyata paling sedikit bicara di sini.
Tafsiran
Ayat ini mencatat keheranan manusia menyaksikan guncangan dahsyat tersebut, dan yang paling perlu diperhatikan adalah apa yang ditanyakannya. Ia tidak bertanya tentang dirinya, tidak bertanya apa yang akan terjadi kepadanya, dan tidak bertanya kepada siapa ia harus kembali. Yang ditanyakan keadaan bumi.
Jadi pada saat segala sesuatu berbalik, perhatiannya masih tertuju kepada benda di sekelilingnya, bukan kepada dirinya sendiri. Kebiasaan memandang keluar ternyata bertahan sampai saat ketika memandang keluar sudah tidak lagi berguna.
Rangkaian yang dipakai muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:26, 38:15, 50:6, dan ayat ini. Di 50:6 ia dipakai dalam kalimat tentang langit yang dibangun tanpa retak, dan di 14:26 tentang pohon buruk yang tidak punya ketetapan. Jadi rangkaian yang sama dipakai untuk menanyakan keadaan sesuatu, dan di sini yang ditanyakan keadaan bumi.
Ini satu-satunya ucapan manusia yang dicatat di dalam surah ini, dan ia berupa pertanyaan. Sesudah ayat ini manusia tidak berbicara lagi; yang berbicara bumi di 99:4, lalu keterangan tentang Tuhan di 99:5, lalu gambaran tentang manusia di 99:6 sampai 99:8. Manusia berbicara sekali, bertanya, dan tidak pernah mendapat jawaban langsung atas pertanyaannya di dalam surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Manusia tidak bertanya tentang dirinya, tidak bertanya apa yang akan terjadi kepadanya, dan tidak bertanya kepada siapa ia harus kembali. Yang ditanyakan keadaan bumi. Jadi pada saat segala sesuatu berbalik, perhatiannya masih tertuju kepada benda di sekelilingnya. Kebiasaan memandang keluar ternyata bertahan sampai saat ketika memandang keluar sudah tidak lagi berguna sama sekali. Kebiasaan memandang keluar bertahan sampai memandang keluar tidak lagi berguna.
- Ini satu-satunya ucapan manusia yang dicatat Allah di dalam surah ini, dan ia berupa pertanyaan. Sesudah ayat ini manusia tidak berbicara lagi; yang berbicara bumi di ayat berikutnya. Manusia berbicara sekali, bertanya, dan tidak pernah mendapat jawaban langsung atas pertanyaannya di dalam surah ini. Yang menjawab justru bumi, dan yang diceritakannya bukan tentang dirinya sendiri. Yang menjawab justru bumi, dan yang diceritakannya bukan tentang dirinya sendiri.
- Kutip dibuka dan ditutup di dalam ayat ini sendiri, dan hal itu dikonfirmasi oleh kata kerjanya lewat morfologi. Jadi yang diucapkan manusia berhenti di ujung ayat ini, dan ayat berikutnya bukan lanjutan ucapannya melainkan kalimat baru dari Allah. Ketelitian itu menentukan siapa yang berbicara di ayat keempat, dan jawabannya bukan manusia. Ketelitian itu menentukan siapa yang berbicara di ayat keempat, dan jawabannya bukan manusia.
- Kata untuk manusia memakai kata sandang, sehingga yang disebut manusia sebagai jenis, bukan satu orang tertentu. Bentuk yang sama dipakai Allah di 100:6, dan di kedua tempat itu tidak ada satu pun golongan yang dikecualikan. Jadi pertanyaan yang tercatat di ayat ini bukan pertanyaan satu orang yang kebetulan bingung, melainkan pertanyaan yang diletakkan pada seluruh jenisnya. Pertanyaan itu diletakkan Allah pada seluruh jenisnya, bukan pada satu orang.
- Rangkaian yang dipakai muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 14:26, 38:15, 50:6, dan 99:3. Di 50:6 Allah memakainya dalam kalimat tentang langit yang dibangun tanpa retak, dan di 14:26 tentang pohon buruk yang tidak punya ketetapan. Jadi rangkaian yang sama dipakai untuk menanyakan keadaan sesuatu, dan di sini yang ditanyakan keadaan bumi. Rangkaian yang sama dipakai untuk menanyakan keadaan sesuatu di empat tempat.
- Pertanyaan di ayat ini datang sesudah bumi diguncang dan bebannya dikeluarkan, bukan sebelumnya. Jadi ia pertanyaan yang muncul ketika jawabannya sudah berlangsung di depan mata. Apa gunanya bertanya tentang sesuatu yang sedang terjadi dan tidak bisa lagi dihentikan? Allah mencatat pertanyaan itu tanpa menjawabnya, dan tidak dijawabnya adalah bagian dari caranya bekerja. Allah mencatat pertanyaan itu tanpa menjawabnya, dan tidak dijawabnya bagian dari caranya bekerja. Pertanyaan itu juga menunjukkan bahwa yang mengguncang bukan sesuatu yang pernah diperhitungkan manusia. Kalau ia pernah masuk hitungan, yang keluar dari mulutnya bukan pertanyaan melainkan pengakuan. Yang tidak pernah dihitung selalu datang sebagai kejutan, sekalipun sudah berkali-kali diberitahukan.