يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

Pada hari itu ia menyampaikan berita-beritanya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَاyawma'idzin tuhadditsu akhbaarahaapada hari itu ia menyampaikan berita-beritanya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  2. تُحَدِّثُtuhadditsumenceritakan
  3. أَخْبَارَهَاakhbaarahaaberita-beritanya

Inti bacaan

Giliran bicara berpindah. Manusia sudah bertanya di ayat sebelumnya dan tidak mendapat jawaban; kini yang bersuara justru tanah yang selama ini cuma dipijak. Isi ucapannya tidak dituliskan sama sekali, dan pembaca ditinggalkan menimbang sendiri apa kira-kira yang pantas dituturkan tentangnya.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(bumi)" dan "(tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya)" tidak dipakai. Pokok kalimatnya cuma berupa kata ganti yang terkandung di dalam kata kerja (تُحَدِّثُ, tuhadditsu), dan isi beritanya tidak dirinci di dalam Arabnya. Menyisipkan keduanya berarti menambahkan rujukan yang tidak eksplisit.

Kata (تُحَدِّثُ, tuhadditsu) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:76 dan ayat ini. Di 2:76 ia dipakai untuk sekelompok orang yang saling menceritakan sesuatu satu sama lain. Jadi kata yang di tempat lain dipakai untuk manusia yang bercerita kepada sesamanya, di sini dipakai untuk bumi yang bercerita.

Bentuk (تُحَدِّثُ, tuhadditsu) bukan bentuk sederhana melainkan bentuk yang menyatakan penuturan yang dirinci, bukan sekadar pemberitahuan singkat. Akarnya berarti baru terjadi. Ia dipakai di 36 ayat, antara lain 2:76, 4:78, 12:6, dan 18:6. Bahasa Indonesia menahannya dengan "menyampaikan berita-beritanya", memakai bentuk jamak untuk menahan sisi terincinya.

Kata (أَخْبَارَهَا, akhbaarahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti tahu sampai ke dalamnya. Ia dipakai di 52 ayat, dan itu akar yang sama dengan kata penutup surah 100 di 100:11. Jadi dua surah yang berdampingan memakai akar yang sama untuk dua hal yang bersambung: di sana Allah yang mengetahui sampai seluk-beluknya, di sini bumi yang menuturkan berita-beritanya.

Kata (أَخْبَارَهَا, akhbaarahaa) berbentuk jamak dan memuat kata ganti kepemilikan, sama seperti (زِلْزَالَهَا, zilzaalahaa) di 99:1 dan (أَثْقَالَهَا, atsqaalahaa) di 99:2. Jadi tiga kata berimbuhan sama muncul di tiga ayat dari empat ayat pertama surah ini. Yang diceritakan bukan berita tentang orang lain melainkan berita yang menjadi miliknya sendiri, yaitu apa yang dialaminya dan disaksikannya.

Kata (يَوْمَئِذٍ, yawma-idzin) di awal ayat menunjuk hari yang sudah dikenal dari tiga ayat sebelumnya. Kata yang sama muncul lagi di awal 99:6, sehingga dua bagian surah ini dibuka dengan penanda waktu yang sama. Jadi apa yang terjadi pada bumi di ayat ini dan apa yang terjadi pada manusia di 99:6 berlangsung pada hari yang satu, dan Al-Qur'an menandainya dengan kata yang sama persis.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kepada siapa bumi bercerita, tidak disebut apakah manusia mendengarnya, dan tidak disebut apakah ada yang membantahnya. Yang disebut cuma bahwa ia bercerita. Sebuah kesaksian yang tidak disebutkan pendengarnya tidak bisa dibayangkan sebagai persidangan biasa, dan pembacanya dibiarkan menimbang sendiri di mana ia berdiri terhadapnya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa bumi akan menjadi saksi yang menceritakan seluruh peristiwa yang terjadi di atasnya, dan yang paling perlu diperhatikan adalah bahwa isi ceritanya tidak dirinci. Pokok kalimatnya cuma berupa kata ganti yang terkandung di dalam kata kerjanya, dan apa yang diceritakan tidak disebutkan di dalam Arabnya.

Kata kerjanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:76 dan ayat ini. Di 2:76 ia dipakai untuk sekelompok orang yang saling menceritakan sesuatu satu sama lain. Jadi kata yang di tempat lain dipakai untuk manusia yang bercerita kepada sesamanya, di sini dipakai untuk bumi yang bercerita. Yang selama ini cuma diinjak ternyata punya sesuatu untuk dituturkan.

Bentuknya bukan bentuk sederhana melainkan bentuk yang menyatakan penuturan yang dirinci, bukan sekadar pemberitahuan singkat. Jadi yang digambarkan bukan kesaksian pendek melainkan penceritaan yang lengkap. Bumi tidak menjawab pertanyaan; ia menceritakan.

Kata yang menyebut beritanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 52 ayat. Itu akar yang sama dengan kata penutup surah 100 di 100:11. Jadi dua surah yang berdampingan memakai akar yang sama untuk dua hal yang bersambung: di sana Allah yang mengetahui sampai seluk-beluknya, di sini bumi yang menuturkan berita-beritanya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja di ayat ini muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:76 dan 99:4. Di 2:76 Allah memakainya untuk sekelompok orang yang saling menceritakan sesuatu satu sama lain. Jadi kata yang di tempat lain dipakai untuk manusia yang bercerita kepada sesamanya, di sini dipakai untuk bumi yang bercerita. Yang selama ini cuma diinjak ternyata punya sesuatu untuk dituturkan. Yang selama ini cuma diinjak ternyata punya sesuatu untuk dituturkan. Yang dituturkan bukan dugaan, melainkan apa yang benar-benar terjadi di atasnya.
  • Bentuk kata kerjanya bukan bentuk sederhana melainkan bentuk yang menyatakan penuturan yang dirinci, bukan sekadar pemberitahuan singkat. Jadi yang digambarkan Allah bukan kesaksian pendek melainkan penceritaan yang lengkap. Bumi tidak menjawab pertanyaan manusia di ayat sebelumnya; ia menceritakan. Yang diceritakan lengkap tidak menyisakan bagian yang bisa dibantah karena kurang jelas. Yang diceritakan lengkap tidak menyisakan bagian yang bisa dibantah karena kurang jelas.
  • Isi ceritanya tidak dirinci Allah di dalam Arabnya. Tidak disebut apa yang diceritakan, tidak disebut kepada siapa, dan tidak disebut berapa lama. Menyisipkan keterangan ke dalam terjemahan berarti menutup sesuatu yang sengaja dibiarkan terbuka. Apa yang akan diceritakan tanah tentang seseorang, seandainya ia sanggup mengingat semua yang terjadi di atasnya? Menyisipkan keterangan berarti menutup sesuatu yang sengaja dibiarkan terbuka.
  • Kata yang menyebut beritanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 52 ayat. Itu akar yang sama dengan kata penutup surah 100 di 100:11. Jadi dua surah yang berdampingan memakai akar yang sama untuk dua hal yang bersambung: di sana Allah yang mengetahui sampai seluk-beluknya, di sini bumi yang menuturkan berita-beritanya. Dua surah berdampingan memakai satu akar untuk dua hal yang bersambung.
  • Kata yang menyebut beritanya berbentuk jamak dan memuat kata ganti kepemilikan, sama seperti kata di ayat pertama dan ayat kedua. Jadi tiga kata berimbuhan sama muncul di tiga ayat dari empat ayat pertama surah ini. Yang diceritakan bukan berita tentang orang lain melainkan berita yang menjadi milik bumi sendiri, yaitu apa yang dialaminya dan disaksikannya. Yang diceritakan berita yang menjadi milik bumi sendiri, bukan berita yang didengarnya dari orang lain.
  • Orang berhati-hati di depan saksi yang bisa dilihatnya, dan lengah di tempat yang dikiranya sepi. Allah menyatakan bahwa tempat itu sendiri saksinya. Jadi tidak pernah ada tempat yang benar-benar sepi, dan yang selama ini dianggap tidak punya mata ternyata punya cerita. Yang paling dekat dengan setiap perbuatan manusia justru yang paling tidak pernah diperhitungkan. Yang paling dekat dengan setiap perbuatan justru yang paling tidak diperhitungkan. Tak seorang pun mengatur perbuatannya dengan mempertimbangkan bahwa tanah tempat ia berdiri sedang mencatat.