بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا

Karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَاbi-anna rabbaka awhaa lahaakarena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. بِأَنَّbi-annakarena
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. أَوْحَىٰawhaamewahyukan
  4. لَهَاlahaakepadanya

Inti bacaan

Sumber otoritas di balik kesaksian bumi: 'karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya', penjelasan bahwa kemampuan bumi bersaksi bukan fenomena alami biasa, melainkan pengarahan ilahi khusus.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (أَوْحَىٰ لَهَا, awhaa lahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Yang paling perlu diperhatikan adalah kata depannya. Susunan yang lazim memakai kata depan yang berarti kepada dalam arti menuju, dan di sini yang dipakai kata depan yang berarti bagi atau untuk. Perbedaan sekecil itu memindahkan gambarannya dari sesuatu yang dikirimkan menjadi sesuatu yang diberikan sebagai bagiannya.

Akar (أَوْحَىٰ, awhaa) berarti mewahyukan. Akar itu dipakai di 70 ayat, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut wahyu kepada para utusan. Tetapi tidak seluruhnya. Di 16:68 tertulis (وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ, wa-awhaa rabbuka ilaa n-nahli), dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah. Jadi akar yang sama dipakai untuk makhluk yang bukan manusia, dan pemakaian di ayat ini sejalan dengan itu.

Kata (رَبَّكَ, rabbaka) memakai kata ganti orang kedua tunggal, yaitu Tuhanmu. Ini satu-satunya sapaan langsung di dalam surah ini. Tujuh ayat lainnya berbicara tentang bumi, tentang manusia sebagai jenis, dan tentang orang-orang, tanpa menyapa siapa pun. Baru di ayat ini seseorang disapa, dan yang disapa satu orang, bukan sekumpulan.

Letak sapaan itu juga menerangkan. Ia datang tepat di tengah surah, di ayat kelima dari delapan, dan tepat pada ayat yang menyebut siapa yang berada di balik seluruh gambaran sebelumnya. Jadi pelakunya dan sapaan kepada pendengarnya muncul bersamaan, dalam satu ayat yang sama, sesudah empat ayat berjalan tanpa keduanya.

Kata (بِأَنَّ, bi-anna) di awal ayat menandai sebab, sehingga ayat ini menerangkan mengapa bumi bisa menuturkan berita-beritanya. Sebabnya bukan kemampuan yang dimiliki bumi sendiri, melainkan sesuatu yang diberikan Tuhannya kepadanya. Jadi kesaksian di 99:4 bukan hasil pengamatan bumi melainkan pemberian, dan yang memberikan disebut dengan kata yang berarti pemelihara.

Kata (رَبَّكَ, rabbaka) menyebut Yang mewahyukan dengan kata yang berarti pemelihara dan pengasuh, bukan dengan kata yang berarti penguasa atau hakim. Padahal yang sedang digambarkan hari perhitungan. Jadi Allah menamai diri-Nya dengan sifat memelihara justru di tengah gambaran hari ketika segala sesuatu dibongkar, dan pilihan nama itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun.

Ayat ini juga satu-satunya tempat pelakunya disebut di dalam surah ini. Empat ayat sebelumnya berjalan tanpa satu pun nama, dengan kata kerja pasif di 99:1 dan kata kerja yang pelakunya bumi di 99:2 serta 99:4. Tiga ayat sesudahnya juga tidak menyebut nama-Nya lagi. Jadi seluruh surah ini bergantung pada satu ayat di tengahnya, dan ayat itulah yang menerangkan siapa yang menggerakkan semuanya.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan sebab kesaksian bumi tersebut: perintah langsung dari Tuhannya, dan kata di awal ayat menandai sebab. Jadi ayat ini menerangkan mengapa bumi bisa menuturkan berita-beritanya. Sebabnya bukan kemampuan yang dimiliki bumi sendiri, melainkan sesuatu yang diberikan Tuhannya kepadanya.

Rangkaian yang dipakai muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan yang paling perlu diperhatikan kata depannya. Susunan yang lazim memakai kata depan yang berarti kepada dalam arti menuju, dan di sini yang dipakai kata depan yang berarti bagi atau untuk. Perbedaan sekecil itu memindahkan gambarannya dari sesuatu yang dikirimkan menjadi sesuatu yang diberikan sebagai bagiannya.

Akar kata kerjanya dipakai di 70 ayat, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut wahyu kepada para utusan. Tetapi tidak seluruhnya. Di 16:68 akar yang sama dipakai untuk lebah. Jadi ia dipakai juga untuk makhluk yang bukan manusia, dan pemakaian di ayat ini sejalan dengan itu.

Kata untuk Tuhan memakai kata ganti orang kedua tunggal, yaitu Tuhanmu, dan ini satu-satunya sapaan langsung di dalam surah ini. Tujuh ayat lainnya berbicara tentang bumi, tentang manusia sebagai jenis, dan tentang orang-orang, tanpa menyapa siapa pun. Sapaan itu datang tepat di tengah surah dan tepat pada ayat yang menyebut siapa yang berada di balik seluruh gambaran sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Susunan yang lazim memakai kata depan yang berarti kepada dalam arti menuju, dan di sini yang dipakai Allah kata depan yang berarti bagi atau untuk. Rangkaian ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Perbedaan sekecil itu memindahkan gambarannya dari sesuatu yang dikirimkan menjadi sesuatu yang diberikan sebagai bagiannya, dan bagian yang diberikan tidak bisa ditolak oleh yang menerimanya. Bagian yang diberikan tidak bisa ditolak oleh yang menerimanya. Yang diberi kemampuan menuturkan tidak punya kepentingan atas apa yang dituturkannya.
  • Akar kata kerja di ayat ini dipakai di 70 ayat, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menyebut wahyu kepada para utusan. Tetapi tidak seluruhnya. Di 16:68 Allah memakainya untuk lebah. Jadi ia dipakai juga untuk makhluk yang bukan manusia, dan pemakaian di ayat ini sejalan dengan itu. Yang menerima petunjuk dari Allah ternyata lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang. Yang menerima petunjuk dari Allah lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang.
  • Kata untuk Tuhan memakai kata ganti orang kedua tunggal, yaitu Tuhanmu, dan ini satu-satunya sapaan langsung di dalam surah ini. Tujuh ayat lainnya berbicara tentang bumi, tentang manusia sebagai jenis, dan tentang orang-orang, tanpa menyapa siapa pun. Baru di ayat ini seseorang disapa Allah, dan yang disapa satu orang, bukan sekumpulan. Baru di ayat ini seseorang disapa langsung, dan yang disapa satu orang, bukan sekumpulan orang.
  • Sapaan itu datang tepat di tengah surah, di ayat kelima dari delapan, dan tepat pada ayat yang menyebut siapa yang berada di balik seluruh gambaran sebelumnya. Jadi pelakunya dan sapaan kepada pendengarnya muncul bersamaan, dalam satu ayat yang sama, sesudah empat ayat berjalan tanpa keduanya. Mengapa keduanya ditahan begitu lama lalu dilepaskan sekaligus? Keduanya ditahan empat ayat lalu dilepaskan sekaligus di satu ayat yang sama.
  • Ayat ini menerangkan bahwa kesaksian bumi bukan hasil pengamatannya sendiri melainkan sesuatu yang diberikan Allah kepadanya. Jadi yang bercerita di ayat sebelumnya tidak bercerita atas kehendaknya. Sesuatu yang menuturkan karena diberi kemampuan menuturkan tidak bisa dibujuk untuk diam, dan tidak bisa dituduh punya kepentingan atas apa yang dituturkannya. Yang menuturkan karena diberi kemampuan menuturkan tidak bisa dibujuk untuk diam.
  • Yang disebut di ayat ini Tuhan dengan kata yang berarti pemelihara dan pengasuh, bukan dengan kata yang berarti penguasa atau hakim. Padahal yang sedang digambarkan hari perhitungan. Allah menamai diri-Nya dengan sifat memelihara justru di tengah gambaran hari ketika segala sesuatu dibongkar, dan pilihan nama itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun. Pilihan nama itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun di dalam surahnya. Nama itu dipakai sekali saja di surah ini, dan letaknya tepat di ayat yang menerangkan mengapa bumi bisa bersaksi. Yang menjelaskan seluruh peristiwa besar di surah ini ternyata satu sebutan pendek yang menyebut hubungan, bukan kekuasaan.