يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
Pada hari itu manusia keluar berpencar-pencar untuk diperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْyawma'idzin yashduru n-naasu asytaatan li-yuraw a'maalahumpada hari itu manusia keluar berpencar-pencar untuk diperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka
Terjemahan per kata (6 kata)
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- يَصْدُرُyashdurukembali
- النَّاسُn-naasumanusia
- أَشْتَاتًاasytaatanterpisah-pisah
- لِيُرَوْاli-yurawagar diperlihatkan kepada mereka
- أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka
Inti bacaan
Proses pemisahan dan evaluasi individual: 'pada hari itu manusia keluar berpencar-pencar untuk diperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka', transisi dari kekacauan kolektif menuju momen personal, setiap individu dihadapkan pada catatan tindakannya sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَصْدُرُ, yashduru) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti keluar dari sumbernya. Ia dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk dada yang dipakai di 100:10. Artinya keluar dari suatu tempat setelah selesai urusan di sana, dan ia berlawanan dengan kata yang berarti masuk untuk mengambil air.
Kata (أَشْتَاتًا, asytaatan) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 24:61 dan ayat ini. Akarnya berarti berpencar berbeda-beda. Ia cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 20:53, 24:61, 59:14, 92:4, dan ayat ini. Di 92:4 tertulis (إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ, inna sa'yakum la-syattaa), sesungguhnya usaha kalian benar-benar beraneka ragam.
Kesejajaran dengan 92:4 patut dicatat. Di sana yang beraneka ragam usaha manusia selama hidup; di sini yang berpencar-pencar manusia itu sendiri sesudah mati. Jadi akar yang sama menyebut keberagaman jalan yang ditempuh dan keberagaman keadaan ketika keluar. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.
Kata kerja (لِيُرَوْا, li-yurau) berbentuk pasif, sehingga mereka diperlihatkan, bukan melihat sendiri. Bentuk itu berlawanan dengan (يَرَهُ, yarah) di 99:7 dan 99:8 yang berbentuk aktif. Jadi satu akar dipakai dua kali dengan dua kedudukan yang berlawanan di dalam tiga ayat berturut-turut: lebih dulu mereka diperlihatkan, lalu masing-masing melihat sendiri.
Kata (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) berbentuk jamak dan memuat kata ganti kepemilikan. Kepemilikan itu sejajar dengan kepemilikan pada kata-kata di 99:1, 99:2, dan 99:4, hanya saja di sana yang memiliki bumi dan di sini yang memiliki manusia. Jadi surah ini menyusun dua kelompok kepemilikan yang berhadapan: apa yang menjadi milik bumi dan apa yang menjadi milik manusia, dan keduanya dikeluarkan pada hari yang sama.
Kata (يَوْمَئِذٍ, yawma-idzin) di awal ayat sama dengan kata di awal 99:4, sehingga dua bagian surah ini dibuka dengan penanda waktu yang sama. Yang di 99:4 tentang bumi dan yang di sini tentang manusia, dan keduanya berlangsung serentak. Jadi Al-Qur'an menyusun dua gambaran sejajar pada hari yang satu: bumi yang menuturkan dan manusia yang keluar, dan keduanya ditandai dengan kata yang sama persis.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut dari mana mereka keluar, tidak disebut ke mana mereka menuju, dan tidak disebut siapa yang memperlihatkan amal itu kepada mereka. Yang disebut cuma bahwa mereka keluar berpencar dan bahwa amal mereka diperlihatkan. Bentuk pasifnya menyembunyikan pelakunya, dan pelakunya memang sudah disebut satu ayat sebelumnya. Sesudah nama-Nya muncul di tengah surah, ayat-ayat berikutnya tidak perlu menyebutkannya lagi.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan manusia yang berhamburan menuju penghakiman, masing-masing diperlihatkan amalnya, dan kata kerja pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Artinya keluar dari suatu tempat setelah selesai urusan di sana, dan akarnya sama dengan akar kata untuk dada yang dipakai di 100:10.
Kata yang menyebut keadaan mereka muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 24:61 dan ayat ini, dan akarnya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 20:53, 24:61, 59:14, 92:4, dan ayat ini. Di 92:4 akar itu menyebut usaha manusia yang beraneka ragam. Jadi akar yang sama menyebut keberagaman jalan yang ditempuh selama hidup dan keberagaman keadaan ketika keluar sesudahnya.
Kata kerja keduanya berbentuk pasif, sehingga mereka diperlihatkan, bukan melihat sendiri. Bentuk itu berlawanan dengan kata kerja di 99:7 dan 99:8 yang berbentuk aktif. Jadi satu akar dipakai dua kali dengan dua kedudukan yang berlawanan di dalam tiga ayat berturut-turut: lebih dulu mereka diperlihatkan, lalu masing-masing melihat sendiri.
Perbedaan itu menentukan. Yang diperlihatkan menerima gambaran dari luar dan bisa memalingkan wajahnya; yang melihat sendiri tidak punya perantara yang bisa disalahkan. Surah ini menaruh keduanya berurutan, dan yang aktif diletakkan di dua ayat terakhirnya sebagai penutup.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja pertama ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan artinya keluar dari suatu tempat setelah selesai urusan di sana. Akarnya dipakai di 43 ayat, dan akar yang sama memberi kata untuk dada yang dipakai Allah di 100:10. Jadi dua surah berdampingan memakai satu akar untuk tempat yang isinya dikeluarkan dan untuk manusia yang keluar dari tempatnya. Dua surah berdampingan memakai satu akar untuk dua hal yang bersambung. Tidak ada satu pun yang bisa bersembunyi di tengah kerumunan pada hari itu.
- Kata yang menyebut keadaan mereka muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 24:61 dan 99:6, dan akarnya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 20:53, 24:61, 59:14, 92:4, dan 99:6. Di 92:4 Allah memakainya untuk usaha manusia yang beraneka ragam. Jadi akar yang sama menyebut keberagaman jalan yang ditempuh selama hidup dan keberagaman keadaan ketika keluar sesudahnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.
- Kata kerja kedua ayat ini berbentuk pasif, sehingga mereka diperlihatkan, bukan melihat sendiri. Bentuk itu berlawanan dengan kata kerja di dua ayat terakhir yang berbentuk aktif. Jadi Allah memakai satu akar dua kali dengan dua kedudukan yang berlawanan di dalam tiga ayat berturut-turut: lebih dulu mereka diperlihatkan, lalu masing-masing melihat sendiri. Yang berbentuk aktif diletakkan Allah di dua ayat terakhir sebagai penutup seluruh surahnya.
- Yang diperlihatkan menerima gambaran dari luar dan masih bisa memalingkan wajahnya; yang melihat sendiri tidak punya perantara yang bisa disalahkan. Allah menaruh keduanya berurutan, dan yang aktif diletakkan di dua ayat terakhir sebagai penutup. Apa yang tersisa untuk dibantah ketika seseorang melihat sendiri apa yang dikerjakannya, tanpa ada yang memperlihatkannya? Yang diperlihatkan masih bisa memalingkan wajah; yang melihat sendiri tidak.
- Kata yang menyebut amal mereka berbentuk jamak dan memuat kata ganti kepemilikan. Kepemilikan itu sejajar dengan kepemilikan pada kata-kata di 99:1, 99:2, dan 99:4, hanya saja di sana yang memiliki bumi dan di sini yang memiliki manusia. Jadi Allah menyusun dua kelompok kepemilikan yang berhadapan, dan keduanya dikeluarkan pada hari yang sama. Keduanya dikeluarkan pada hari yang sama, dan ditandai dengan kata yang sama.
- Yang digambarkan manusia yang keluar berpencar-pencar, bukan berkumpul menjadi satu barisan. Jadi tidak ada golongan yang berjalan bersama dan tidak ada yang bisa bersembunyi di tengah kerumunan. Allah menggambarkan keadaan yang membuat tiap orang berdiri terpisah dari yang lain, dan terpisah itulah yang membuat apa yang diperlihatkan kepadanya tidak bisa dibagi dengan siapa pun. Berdiri terpisah itulah yang membuat apa yang diperlihatkan tidak bisa dibagi dengan siapa pun. Berpencar juga berarti tidak ada rombongan yang bisa dijadikan tempat berlindung. Di dunia, sebagian besar keputusan diambil orang sambil melihat ke samping, dan rasa aman datang dari banyaknya orang yang berbuat sama. Hari itu menghapus sisi samping itu sama sekali.