فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا

Lalu menyerbu ke tengah kumpulan dengannya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًاfa-wasathna bihi jam'anlalu menyerbu ke tengah kumpulan dengannya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَوَسَطْنَfa-wasathnamaka menyerbu ke tengah
  2. بِهِbihidengannya
  3. جَمْعًاjam'anberkumpul

Inti bacaan

Puncak aksi ofensif: 'lalu menyerbu ke tengah kumpulan (musuh) dengannya', klimaks rangkaian sumpah yang menggambarkan penetrasi berani ke jantung pertahanan lawan, keberanian yang menjadi objek sumpah pembuka.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(musuh)" tidak dipakai, sebab kata (جَمْعًا, jam'an) di dalam Arabnya cuma berarti kumpulan, tanpa keterangan kumpulan siapa. Menyisipkan keterangan akan menutup sesuatu yang di sepanjang lima ayat ini memang dibiarkan terbuka, yaitu siapa pelakunya dan siapa sasarannya.

Bentuk kata kerja (فَوَسَطْنَ, fa-wasathna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti tengah. Ia cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 2:143, 2:238, 5:89, 68:28, dan ayat ini. Dua di antaranya paling menerangkan: di 2:143 tertulis (أُمَّةً وَسَطًا, ummatan wasathan), umat yang seimbang, dan di 2:238 tertulis (الصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ, ash-shalaati l-wusthaa), salat yang pertengahan.

Satu asal yang sama memikul umat yang berada di tengah sebagai pujian, salat yang berada di tengah sebagai yang dijaga, dan menerobos ke tengah kumpulan sebagai gambaran serbuan. Berada di tengah bisa berarti seimbang dan bisa berarti terjun ke pusat keributan, dan Al-Qur'an memakai satu akar untuk keduanya tanpa menghubungkannya dengan satu kalimat pun.

Kata (جَمْعًا, jam'an) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:99, 28:78, dan ayat ini. Di 18:99 ia dipakai untuk pengumpulan manusia pada hari sangkakala ditiup, dan di 28:78 untuk kumpulan yang lebih kuat. Jadi kata yang menyebut kumpulan yang diterobos di sini juga dipakai untuk kumpulan manusia yang dihimpun pada hari akhir.

Ayat ini menutup rangkaian sumpah, dan sesudahnya barulah jawaban sumpahnya datang. Lima ayat berlalu tanpa satu pun kata benda yang menamai pelakunya, dan pembacanya sampai di ujung bagian ini dengan gambaran yang lengkap geraknya tetapi kosong namanya. Ketiadaan nama itu membuat gambarannya tidak terikat pada satu peristiwa tertentu.

Kata ganti (بِهِ, bihi) muncul lagi di ayat ini dengan kedudukan yang sama seperti di 100:4, dan Arabnya tetap tidak memastikan rujukannya. Dua ayat berturut-turut karena itu memuat satu kata yang tidak diterangkan, dan ketidakjelasan itu dibiarkan berdiri. Terjemahan yang memastikannya akan mengambil keputusan yang tidak diambil teksnya sendiri, dan proyek ini memilih menahannya.

Ayat ini juga yang terakhir memuat gerak di dalam surahnya. Sesudah ini tidak ada lagi lari, percikan, debu, atau serbuan; yang datang pernyataan tentang manusia, lalu pertanyaan, lalu gambaran hari akhir. Jadi seluruh gerak surah ini dipadatkan ke lima ayat pertamanya, dan enam ayat sisanya berjalan tanpa satu pun adegan yang bergerak. Perpindahan dari yang paling ramai ke yang paling diam terjadi tepat di tengah surahnya, tanpa satu kalimat penanda.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan serbuan ke tengah kumpulan tersebut, dan kata terakhirnya cuma berarti kumpulan, tanpa keterangan kumpulan siapa. Menyisipkan keterangan akan menutup sesuatu yang di sepanjang lima ayat ini memang dibiarkan terbuka, yaitu siapa pelakunya dan siapa sasarannya.

Akar kata kerjanya cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 2:143, 2:238, 5:89, 68:28, dan ayat ini. Dua di antaranya paling menerangkan: di 2:143 ia menyebut umat yang seimbang, dan di 2:238 ia menyebut salat yang pertengahan. Jadi akar yang sama memikul umat yang berada di tengah sebagai pujian, salat yang berada di tengah sebagai yang dijaga, dan menerobos ke tengah kumpulan sebagai gambaran serbuan.

Berada di tengah bisa berarti seimbang dan bisa berarti terjun ke pusat keributan. Al-Qur'an memakai satu akar untuk keduanya tanpa menghubungkannya dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa tempat yang sama bisa menjadi kedudukan yang dipuji atau tempat yang paling berbahaya, bergantung pada apa yang ada di sekelilingnya.

Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:99, 28:78, dan ayat ini. Di 18:99 ia dipakai untuk pengumpulan manusia pada hari sangkakala ditiup. Jadi kata yang menyebut kumpulan yang diterobos di sini juga dipakai untuk kumpulan manusia yang dihimpun pada hari akhir, dan surah ini memang berakhir pada hari itu.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata kerja di ayat ini cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 2:143, 2:238, 5:89, 68:28, dan ayat ini. Di 2:143 Allah memakainya untuk umat yang seimbang, dan di 2:238 untuk salat yang pertengahan. Jadi satu akar memikul kedudukan yang dipuji dan tempat yang paling berbahaya. Berada di tengah bisa berarti seimbang dan bisa berarti terjun ke pusat keributan. Tempat yang sama bisa menjadi kedudukan yang dipuji atau tempat yang paling berbahaya.
  • Kata terakhir ayat ini cuma berarti kumpulan, tanpa keterangan kumpulan siapa. Menyisipkan keterangan akan menutup sesuatu yang di sepanjang lima ayat ini memang dibiarkan Allah terbuka, yaitu siapa pelakunya dan siapa sasarannya. Ketiadaan nama membuat gambarannya tidak terikat pada satu peristiwa tertentu, dan karena itu ia tetap terbaca oleh siapa pun yang membacanya. Gambaran yang tidak diikat pada satu kejadian tetap terbaca oleh siapa pun.
  • Kata terakhir ayat ini muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 18:99, 28:78, dan ayat ini. Di 18:99 Allah memakainya untuk pengumpulan manusia pada hari sangkakala ditiup. Jadi kata yang menyebut kumpulan yang diterobos di sini juga dipakai untuk kumpulan manusia yang dihimpun pada hari akhir, dan surah ini memang berakhir pada hari itu. Surah ini memang berakhir pada hari itu, enam ayat kemudian.
  • Lima ayat berlalu tanpa satu pun kata benda yang menamai pelakunya. Pembacanya sampai di ujung bagian ini dengan gambaran yang lengkap geraknya tetapi kosong namanya. Apa yang sebenarnya sedang dilihat seseorang ketika ia bisa merasakan gerak, bunyi, percikan, dan debu, tetapi tidak tahu siapa yang bergerak? Allah membiarkan pertanyaan itu tidak terjawab sampai surahnya habis. Allah membiarkan pertanyaan itu tidak terjawab sampai surahnya habis.
  • Ayat ini menutup rangkaian sumpah, dan sesudahnya barulah jawabannya datang. Lima ayat dipakai Allah untuk satu sumpah, dan satu ayat sesudahnya memuat seluruh pernyataan yang disumpahkan. Perbandingan panjangnya sendiri sudah menyatakan sesuatu: yang dipakai untuk menyiapkan lebih panjang daripada yang disiapkan, dan yang disiapkan itu cuma satu kalimat pendek tentang manusia. Yang dipakai menyiapkan lebih panjang daripada yang disiapkan, dan itu sendiri sudah menyatakan sesuatu.
  • Yang digambarkan menerobos ke tengah, bukan mengepung dari luar. Menerobos ke tengah berarti masuk ke tempat yang paling padat dan paling tidak menyediakan jalan keluar. Allah memilih gambaran yang paling dalam untuk menutup rangkaian ini, sesudah lari, percikan, serbuan, dan debu. Adegan itu berhenti di titik yang paling tidak bisa mundur, dan di situlah sumpahnya selesai. Adegan itu berhenti di titik yang paling tidak bisa mundur, dan di situlah sumpahnya selesai. Menerobos ke tengah berarti masuk ke tempat yang tidak menyediakan jalan keluar. Yang mengepung masih berdiri di luar dan bisa mundur, sedangkan yang menerobos sudah menyerahkan pilihan itu sejak langkah pertamanya. Lima ayat sumpah ini seluruhnya menggambarkan gerak yang tidak bisa ditarik kembali.