وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ
Dan ditampakkan apa yang ada di dalam dada,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِwa-hushshila maa fii sh-shuduuridan ditampakkan apa yang ada di dalam dada
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَحُصِّلَwa-hushshiladan ditampakkan
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi dalam
- الصُّدُورِsh-shuduuridada
Inti bacaan
Pengungkapan menyeluruh isi batin: 'dan ditampakkan apa yang ada di dalam dada', penegasan bahwa bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga niat dan pikiran tersembunyi akan terungkap sepenuhnya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَحُصِّلَ, wa-hushshila) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti dikeluarkan sampai tampak isinya. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ia yang kelima sekaligus terakhir dari lima akar semacam itu di dalam surah ini, sesudah 100:1, 100:2, 100:4, dan 100:6.
Bentuk (وَحُصِّلَ, wa-hushshila) bukan bentuk sederhana melainkan bentuk yang menyatakan pekerjaan yang dikerjakan sampai tuntas. Artinya bukan sekadar dikeluarkan, melainkan dipisahkan dan dikumpulkan sampai yang tersisa cuma intinya. Bahasa Indonesia menahannya dengan "ditampakkan", dan padanan itu menjaga sisi keluarnya tanpa memaksakan gambaran pemisahan yang tidak dikenal pembaca Indonesia.
Kata (الصُّدُورِ, ash-shuduuri) muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 3:119, 5:7, 11:5, 39:7, dan ayat ini. Di hampir seluruh kemunculannya ia dipakai dalam kalimat yang menyatakan bahwa Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalamnya. Jadi kata yang di tempat lain menyebut tempat penyimpanan yang cuma diketahui Allah, di sini menyebut tempat yang isinya dikeluarkan.
Kesejajaran dengan 100:9 patut dicatat. Di sana yang dibongkar apa yang ada di dalam kubur; di sini yang dikeluarkan apa yang ada di dalam dada. Dua ayat berturut-turut memakai susunan yang sama persis, yaitu kata kerja pasif diikuti rangkaian yang berarti apa yang ada di dalam. Yang berbeda cuma tempatnya: yang satu di luar tubuh, yang lain di dalamnya.
Susunan itu menutup dua sisi sekaligus. Yang tersembunyi di dalam tanah dan yang tersembunyi di dalam dada sama-sama dikeluarkan, dan keduanya dikeluarkan pada hari yang sama. Al-Qur'an tidak menyatakan bahwa keduanya sejajar, dan kesejajaran itu terbaca dari bentuk kalimatnya saja. Yang paling rapat disimpan seseorang selama hidupnya ternyata tidak lebih terlindung daripada tubuhnya yang sudah dikubur.
Huruf sambung di awal ayat ini merangkainya langsung kepada 100:9, sehingga keduanya berada di dalam satu kalimat waktu yang sama. Jadi yang ditanyakan di awal 100:9 mencakup keduanya sekaligus, bukan cuma yang pertama. Dua peristiwa itu terjadi pada saat yang sama, dan Al-Qur'an tidak memberi jeda di antaranya.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kepada siapa isi dada itu ditampakkan, tidak disebut apakah orang lain melihatnya, dan tidak disebut apa yang terjadi sesudah ia keluar. Yang disebut cuma bahwa ia dikeluarkan. Ketiadaan keterangan tentang siapa yang menyaksikan membuat pembacanya sendiri yang menimbang seberapa berat hal itu baginya.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan gambaran hari ketika seluruh isi hati manusia diungkap, dan susunannya sama persis dengan susunan 100:9. Di sana yang dibongkar apa yang ada di dalam kubur; di sini yang dikeluarkan apa yang ada di dalam dada. Dua ayat berturut-turut memakai kata kerja pasif diikuti rangkaian yang berarti apa yang ada di dalam.
Yang berbeda cuma tempatnya: yang satu di luar tubuh, yang lain di dalamnya. Susunan itu menutup dua sisi sekaligus. Yang tersembunyi di dalam tanah dan yang tersembunyi di dalam dada sama-sama dikeluarkan, dan keduanya dikeluarkan pada hari yang sama. Yang paling rapat disimpan seseorang selama hidupnya ternyata tidak lebih terlindung daripada tubuhnya yang sudah dikubur.
Kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ia yang kelima sekaligus terakhir dari lima akar semacam itu di dalam surah ini. Bentuknya bukan bentuk sederhana melainkan bentuk yang menyatakan pekerjaan yang dikerjakan sampai tuntas, yaitu dipisahkan dan dikumpulkan sampai yang tersisa cuma intinya.
Kata yang menyebut dada muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 3:119, 5:7, 11:5, dan 39:7, dan di hampir seluruh kemunculannya ia dipakai dalam kalimat yang menyatakan bahwa Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalamnya. Jadi kata yang di tempat lain menyebut tempat penyimpanan yang cuma diketahui Allah, di sini menyebut tempat yang isinya dikeluarkan. Yang selama ini cuma diketahui satu pihak akhirnya menjadi terbuka.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja di ayat ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ia yang kelima sekaligus terakhir dari lima akar semacam itu di dalam surah ini, sesudah 100:1, 100:2, 100:4, dan 100:6. Jadi Allah menaruh lima akar yang tidak dipakai di ayat lain mana pun di dalam satu surah sebelas ayat, dan yang terakhir dipakai untuk isi dada. Yang terakhir dari lima itu dipakai untuk isi dada manusia, bukan untuk adegan yang bergerak di luar.
- Bentuk kata kerjanya bukan bentuk sederhana melainkan bentuk yang menyatakan pekerjaan yang dikerjakan sampai tuntas. Artinya bukan sekadar dikeluarkan, melainkan dipisahkan dan dikumpulkan sampai yang tersisa cuma intinya. Jadi yang dikerjakan Allah bukan membuka melainkan menyaring. Apa yang tersisa dari isi dada seseorang setelah semua yang bukan intinya dipisahkan? Yang dikerjakan bukan membuka melainkan menyaring sampai tinggal intinya.
- Susunan ayat ini sama persis dengan susunan ayat sebelumnya, yaitu kata kerja pasif diikuti rangkaian yang berarti apa yang ada di dalam. Yang berbeda cuma tempatnya: yang satu di luar tubuh, yang lain di dalamnya. Allah menutup dua sisi sekaligus, dan keduanya dikeluarkan pada hari yang sama. Yang paling rapat disimpan ternyata tidak lebih terlindung daripada tubuh yang sudah dikubur. Yang paling rapat disimpan ternyata tidak lebih terlindung daripada tubuh yang dikubur.
- Kata yang menyebut dada muncul 15 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 3:119, 5:7, 11:5, dan 39:7. Di hampir seluruh kemunculannya ia dipakai dalam kalimat yang menyatakan bahwa Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalamnya. Jadi kata yang di tempat lain menyebut tempat penyimpanan yang cuma diketahui Allah, di sini menyebut tempat yang isinya dikeluarkan. Yang selama ini cuma diketahui satu pihak akhirnya menjadi terbuka seluruhnya.
- Selama hidupnya seseorang bisa menutup isi dadanya dari siapa pun, dan itulah satu-satunya tempat yang benar-benar miliknya sendiri. Allah menyatakan bahwa tempat itu pun akan dikeluarkan isinya. Jadi tidak ada bagian dari seseorang yang tetap tertutup, dan yang paling dijaga justru yang paling terperinci diperiksa pada hari itu. Tidak ada bagian dari seseorang yang tetap tertutup pada hari itu, dan yang paling dijaga justru yang paling terperinci diperiksa.
- Bentuk kata kerjanya pasif, sama seperti di ayat sebelumnya, sehingga tidak disebutkan siapa yang mengerjakannya. Dua ayat berturut-turut memakai bentuk yang sama, dan di keduanya pelakunya sengaja tidak disebut Allah. Baru di ayat penutup surah ini nama pelakunya muncul, dan kemunculan itu menjawab dua ayat yang mendahuluinya tanpa menyatakan bahwa ia sedang menjawab. Baru di ayat penutup nama pelakunya muncul, dan itu menjawab dua ayat sebelumnya. Membiarkan pelakunya tak disebut sepanjang surah membuat perbuatannya terbaca sebagai sesuatu yang pasti terjadi, bukan sebagai sesuatu yang bergantung pada kehendak pihak tertentu. Yang tidak bernama tidak bisa dibujuk dan tidak bisa dihindari.