وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
Dan tahukah engkau apakah ia itu?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْwa-maa adraaka maa hiyahdan tahukah engkau apakah ia itu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tahukah
- أَدْرَاكَadraakamemberitahumu
- مَاmaaapakah
- هِيَهْhiyahapakah ia
Inti bacaan
Pertanyaan yang mengagungkan bobot konsekuensi: 'dan tahukah engkau apakah ia itu?', teknik retoris yang kembali digunakan untuk menegaskan keseriusan tempat yang dimaksud.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memakai formula baku (وَمَا أَدْرَاكَ, wa-maa adraaka) dengan kata ganti perempuan yang merujuk kembali kepada (هَاوِيَةٌ, haawiyatun) di 101:9. Rangkaian (مَا هِيَهْ, maa hiyah) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Huruf terakhirnya bukan kata ganti melainkan huruf yang dipakai untuk menahan bunyi di akhir kalimat, dan huruf itu tidak dibaca sebagai bagian dari maknanya.
Perbedaan dengan 101:3 patut dicatat. Di sana yang diulang namanya secara utuh, dan di sini yang dipakai kata ganti. Jadi surah ini memakai formula yang sama dua kali dengan dua cara yang berbeda: yang pertama menahan perhatian pada namanya dengan mengulangnya, yang kedua menyerahkan penunjukan kepada kata ganti. Rangkaian (وَمَا أَدْرَاكَ, wa-maa adraaka) dipakai 12 kali di 10 surah, yaitu di 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5.
Cuma dua surah yang memuat formula itu dua kali, yaitu surah 83 dan surah ini. Di surah 83 keduanya dipakai untuk dua tempat catatan yang berlawanan, yaitu di 83:8 dan 83:19. Di sini keduanya dipakai untuk hari dan untuk tempat, yaitu di 101:3 dan ayat ini. Jadi surah ini membingkai dirinya dengan pertanyaan yang sama di pangkal dan di ujung.
Letak ayat ini juga menerangkan. Ia datang sesudah nama tempatnya disebut, bukan sebelumnya. Jadi urutannya bukan bertanya lalu menjawab melainkan menyebut, lalu bertanya, lalu menjawab. Sebuah nama yang sudah disebut lalu ditanyakan lagi menyatakan bahwa penyebutan itu belum cukup, dan yang belum cukup bukan namanya melainkan pemahaman yang bisa dicapai pendengarnya.
Yang perlu dijaga dalam membaca ayat ini adalah tidak menganggapnya sekadar hiasan bahasa. Pertanyaan ini menunda jawaban satu ayat, dan penundaan itu bekerja pada pembacanya. Antara nama di 101:9 dan jawabannya di 101:11 ada satu ayat yang isinya cuma pertanyaan, dan di jarak itu pembacanya sendiri yang mengisi.
Perlu dicatat pula bahwa ayat ini tidak menambahkan satu pun keterangan tentang tempat yang ditanyakannya. Seluruh isinya pertanyaan. Sebuah ayat yang tidak menambah keterangan tetap menambah bobot, sebab yang dipindahkannya bukan pengetahuan melainkan kedudukan pembacanya terhadap apa yang dibacanya.
Bandingkan dengan 104:5, yang memakai rangkaian yang sama untuk nama tempat lain. Di sana namanya diulang utuh, seperti di 101:3, dan bukan diganti dengan penunjuk seperti di sini. Jadi Al-Qur'an memakai kedua cara itu, dan surah ini memakai keduanya sekaligus: yang pertama di pangkal dan yang kedua di ujung.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan dahsyatnya jurang tersebut yang tak terbayangkan, dan ia memakai formula yang sama dengan 101:3 tetapi dengan cara yang berbeda. Di sana yang diulang namanya secara utuh, dan di sini yang dipakai kata ganti. Jadi surah ini memakai satu formula dua kali dengan dua cara: yang pertama menahan perhatian pada namanya dengan mengulangnya, yang kedua menyerahkan penunjukan kepada kata ganti.
Formula itu dipakai 12 kali di 10 surah, yaitu di 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Cuma dua surah yang memuatnya dua kali, yaitu surah 83 dan surah ini. Di surah 83 keduanya dipakai untuk dua tempat catatan yang berlawanan; di sini keduanya dipakai untuk hari dan untuk tempat. Surah ini membingkai dirinya dengan pertanyaan yang sama di pangkal dan di ujung.
Letak ayat ini juga menerangkan. Ia datang sesudah nama tempatnya disebut di 101:9, bukan sebelumnya. Jadi urutannya bukan bertanya lalu menjawab melainkan menyebut, lalu bertanya, lalu menjawab. Sebuah nama yang sudah disebut lalu ditanyakan lagi menyatakan bahwa penyebutan itu belum cukup, dan yang belum cukup bukan namanya melainkan pemahaman yang bisa dicapai pendengarnya.
Pertanyaan ini menunda jawaban satu ayat, dan penundaan itu bekerja. Antara nama di 101:9 dan jawabannya di 101:11 ada satu ayat yang isinya cuma pertanyaan, dan di jarak itu pembacanya sendiri yang mengisi. Apa pun yang dibayangkannya di sana akan berhadapan dengan dua kata yang menutup surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Di ayat ketiga yang diulang namanya secara utuh, dan di sini yang dipakai kata ganti. Jadi Allah memakai satu formula dua kali dengan dua cara yang berbeda: yang pertama menahan perhatian pada namanya dengan mengulangnya, yang kedua menyerahkan penunjukan kepada kata ganti. Cara yang berbeda mengerjakan hal yang berbeda, sekalipun kalimatnya terlihat sejajar dari luar. Cara yang berbeda mengerjakan hal yang berbeda, sekalipun kedua kalimatnya tampak sejajar dari luar.
- Rangkaian pertanyaan ini dipakai 12 kali di 10 surah, yaitu di 69:3, 74:27, 77:14, 82:17, 83:8, 83:19, 86:2, 90:12, 97:2, 101:3, 101:10, dan 104:5. Cuma dua surah yang memuatnya dua kali, yaitu surah 83 dan surah ini. Jadi Allah membingkai surah ini dengan pertanyaan yang sama di pangkal dan di ujung, satu untuk nama harinya dan satu untuk nama tempatnya. Keduanya menandai hal yang belum bisa dijangkau pendengarnya sendiri, dan yang di antara keduanya cuma gambaran.
- Ayat ini datang sesudah nama tempatnya disebut, bukan sebelumnya. Jadi urutannya bukan bertanya lalu menjawab melainkan menyebut, lalu bertanya, lalu menjawab. Sebuah nama yang sudah disebut lalu ditanyakan lagi menyatakan bahwa penyebutan itu belum cukup, dan yang belum cukup bukan namanya melainkan pemahaman yang bisa dicapai pendengarnya sendiri. Yang belum cukup bukan namanya, melainkan pemahaman yang bisa dicapai pendengarnya sendiri.
- Pertanyaan ini menunda jawaban satu ayat, dan penundaan itu bekerja pada pembacanya. Antara nama di ayat kesembilan dan jawabannya di ayat kesebelas ada satu ayat yang isinya cuma pertanyaan, dan di jarak itu pembacanya sendiri yang mengisi. Apa yang dibayangkan seseorang ketika ia diberi nama sesuatu tanpa diberi tahu apa isinya? Apa pun yang dibayangkannya di sana akan berhadapan dengan dua kata yang menutup surah ini.
- Huruf terakhir pada kata ganti di ayat ini bukan kata ganti melainkan huruf yang dipakai untuk menahan bunyi di akhir kalimat, dan huruf itu tidak dibaca sebagai bagian dari maknanya. Rangkaian ini muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Jadi Allah memakai bentuk yang tidak dipakai di tempat lain untuk menutup pertanyaan yang menutup gambaran, dan bunyinya berhenti penuh di situ. Bunyinya berhenti penuh di situ, dan jawabannya masih menunggu satu ayat lagi sesudahnya.
- Kata kerja di ayat ini berbentuk tunggal dan menyapa satu orang, sama seperti di ayat ketiga. Padahal di antara keduanya surah ini berbicara tentang manusia secara umum dan tentang dua golongan. Jadi Allah kembali menyapa satu orang di ujungnya, sesudah gambaran melebar ke semua. Yang melebar dikembalikan lagi kepada satu orang, dan orang itu yang sedang membacanya. Yang melebar dikembalikan lagi kepada satu orang, dan orang itu yang sedang membacanya. Pertanyaan yang sama diulang untuk dua hal yang berbeda di dalam satu surah, sekali untuk harinya dan sekali untuk tempatnya. Keduanya dinyatakan berada di luar jangkauan bayangan orang yang disapa, dan keduanya tetap dijawab dengan kalimat yang sangat pendek.