إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling berpesan dengan yang hak dan saling berpesan dengan kesabaran.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِillaa lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati wa-tawaashaw bi-l-haqqi wa-tawaashaw bi-sh-shabrikecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling berpesan dengan yang hak dan saling berpesan dengan kesabaran

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
  5. الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
  6. وَتَوَاصَوْاwa-tawaashawdan saling berpesan
  7. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  8. وَتَوَاصَوْاwa-tawaashawdan saling berpesan
  9. بِالصَّبْرِbi-sh-shabridengan kesabaran

Inti bacaan

Empat kriteria pengecualian dari kerugian: 'kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling berpesan dengan yang hak dan saling berpesan dengan kesabaran', rangkuman komprehensif dalam satu ayat: keyakinan personal, tindakan nyata, dan dua dimensi sosial (menyebarkan kebenaran dan menguatkan kesabaran bersama), formula ringkas namun lengkap untuk kehidupan yang bermakna.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka kata pengecualian (إِلَّا, illaa), dan yang dikecualikan adalah keseluruhan yang baru saja disebut di 103:2. Susunan semacam ini tidak menambahkan golongan baru, ia mengeluarkan sebagian dari golongan yang sudah ditetapkan. Akibatnya keempat hal yang disebut sesudahnya tidak terbaca sebagai keutamaan tambahan bagi yang sudah selamat, melainkan sebagai satu-satunya pintu keluar dari keadaan yang berlaku atas semua orang. Yang tidak melewati pintu itu tidak perlu berbuat salah untuk tetap tinggal di dalam.

Dua hal pertama datang sebagai pasangan yang sudah baku. (الَّذِينَ آمَنُوا, alladziina aamanuu) diikuti (وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-'amiluu sh-shaalihaati) adalah rangkaian yang muncul lima puluh kali di tiga puluh dua surah, jadi pembaca Al-Qur'an sudah mengenalnya sebelum sampai ke surah ini. Kata kerja pertamanya berbentuk keempat, yang menyatakan tindakan yang dijadikan, bukan keadaan yang terjadi sendiri. Kata bendanya (الصَّالِحَاتِ, ash-shaalihaati) berbentuk jamak dan bertakrif, sehingga yang dimaksud bukan kebaikan pada umumnya melainkan perbuatan-perbuatan patut yang sudah dikenal. Padanan "mengerjakan kebajikan" dipilih karena kata kerjanya menuntut pengerjaan, bukan sekadar kecenderungan berbuat baik.

Dua hal berikutnya memakai kata kerja yang sama, diulang: (تَوَاصَوْا, tawaashaw). Bentuknya yang keenam, dan bentuk itu menyatakan perbuatan yang berbalasan antara dua pihak. Karena itu padanannya "saling berpesan", bukan "berpesan" atau "menasihati". Bedanya menentukan: menasihati bisa dilakukan sepihak dari atas ke bawah, sedangkan bentuk yang dipakai di sini menuntut kedua pihak sama-sama memberi dan sama-sama menerima. Kata ini hanya dipakai di tiga ayat seluruh Al-Qur'an, dan yang ketiga mengejutkan. Di 51:53 ia muncul sebagai (أَتَوَاصَوْا, atawaashaw), sebuah pertanyaan tentang para pendusta yang seolah saling mewariskan pendustaan dari zaman ke zaman. Alat yang sama, arah yang berlawanan. Saling berpesan bukan kebaikan dengan sendirinya; yang menentukan adalah apa yang dipesankan.

Dan yang dipesankan disebut dua kali, dengan kata depan yang sama. Pertama (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi), diterjemahkan "dengan yang hak" dan bukan "dengan kebenaran", sebab kata ini di dalam Al-Qur'an mencakup sekaligus apa yang benar dan apa yang menjadi hak, dua sisi yang dipisahkan bahasa Indonesia. Kedua (بِالصَّبْرِ, bi-sh-shabri), kesabaran. Susunan yang sama dipakai di 90:17, tetapi pasangannya berbeda: di sana kesabaran disandingkan dengan (بِالْمَرْحَمَةِ, bi-l-marhamati), kasih sayang. Kesabaran hadir di kedua tempat dan tidak pernah berdiri sendiri, selalu dipasangkan dengan sesuatu yang lain. Di sini pasangannya adalah yang hak, dan pasangan itu masuk akal: yang hak sering menuntut waktu sebelum terbukti, dan yang menyampaikannya tanpa kesabaran biasanya berhenti sebelum sampai.

Tafsiran

Ayat penutup ini menutup surah dengan mengeluarkan sebagian orang dari keadaan yang ditetapkan sebelumnya, dan jalan keluarnya disusun berlapis. Dua hal pertama berlangsung di dalam diri dan pada perbuatan sendiri, yaitu beriman dan mengerjakan kebajikan. Dua hal berikutnya tidak bisa dikerjakan sendirian sama sekali, sebab bentuk kata kerjanya menuntut pihak kedua. Susunan itu berarti seseorang tidak dapat menyelesaikan urusannya seorang diri, betapa pun sempurna iman dan amalnya. Separuh dari pintu keluar hanya terbuka kalau ada orang lain di sana.

Letaknya sebagai penutup surah membuat perbandingan dengan 103:1 pantas dilakukan. Yang disumpahkan di pembuka adalah masa, sesuatu yang berjalan sama rata bagi semua orang dan tidak bisa ditambah. Yang disebut di penutup adalah empat hal yang seluruhnya memakan masa itu, dan dua di antaranya memakannya untuk orang lain. Surah ini tidak menawarkan cara memperpanjang waktu, ia menunjukkan satu-satunya cara mengubah hasilnya.

Bahwa saling berpesan disebut dua kali, sedangkan iman dan amal masing-masing sekali, juga patut dibaca sebagai penekanan. Dua dari empat bagian jalan keluar diberikan kepada hubungan antarorang. Padahal bagian itu justru yang paling mudah ditunda, sebab ia menuntut kesediaan menegur dan kesediaan ditegur, dua hal yang sama-sama tidak menyenangkan. Kata yang dipakai untuk itu di 51:53 dipakai bagi kaum pendusta yang saling mewariskan pendustaan, dan kesejajaran itu menerangkan sesuatu: kelompok terbentuk lewat saling berpesan, ke arah mana pun. Yang membedakan bukan ada tidaknya, melainkan isinya.

Renungan dan Hikmah

  • Surah terpendek ini merangkum inti seluruh ajaran dalam tiga ayat, kerugian universal manusia hanya terhindarkan melalui empat elemen yang saling melengkapi: keyakinan pribadi, tindakan nyata, dan dua bentuk kepedulian sosial timbal-balik. Yang menahan susunan itu adalah urutannya. Dua yang pertama bisa diselesaikan sendirian, dua yang terakhir tidak bisa sama sekali, dan justru dua yang terakhir itu yang disebut dengan kata kerja yang sama diulang dua kali.
  • Bentuk kata kerja yang dipakai untuk dua bagian terakhir menuntut adanya pihak kedua. Artinya seseorang tidak dapat menyelesaikan urusan ini sendirian, betapa pun kuat imannya dan betapa pun banyak amalnya. Separuh dari pintu keluar hanya terbuka kalau ada orang lain di sana, dan orang lain itu harus bersedia memberi sekaligus menerima. Kesendirian yang saleh, dalam susunan ini, belum cukup untuk keluar dari apa yang disebut di ayat sebelumnya. Siapa yang tersisa di sekeliling seseorang untuk saling berpesan dengannya, dan siapa yang masih bersedia dipesani olehnya?
  • Kata kerja saling berpesan hanya dipakai di tiga ayat, dan di salah satunya ia dipakai untuk kaum pendusta yang seolah saling mewariskan pendustaan turun-temurun. Alat yang sama, arah yang berlawanan. Berkumpul dan saling menguatkan bukan kebaikan dengan sendirinya, sebab yang menentukan bukan kebersamaannya melainkan isi yang dipertukarkan di dalamnya. Kelompok terbentuk dengan cara yang sama, entah yang dipesankan itu yang hak atau kebalikannya. Allah memakai kata kerja yang satu itu untuk dua kelompok yang berlawanan, dan yang membedakan keduanya hanya isi pesannya.
  • Susunan saling berpesan muncul dua kali di Al-Qur'an dengan pasangan yang berbeda. Di surah ini yang hak dipasangkan dengan kesabaran; di 90:17 kesabaran dipasangkan dengan kasih sayang. Kesabaran hadir di kedua tempat dan tidak sekali pun berdiri sendiri. Ia selalu ditempelkan pada sesuatu yang lain, seakan sabar tanpa arah bukan apa-apa selain bertahan. Yang membuatnya bernilai adalah untuk apa ia dipakai bertahan. Pasangannya di sini yang hak, dan pasangan itu masuk akal, sebab yang hak sering menuntut waktu lama sebelum terbukti benar.
  • Bagian yang paling mudah ditunda dari keempatnya justru yang disebut dua kali. Iman dan amal bisa dikerjakan tanpa membuat siapa pun tidak nyaman, sedangkan saling berpesan menuntut kesediaan menegur dan kesediaan ditegur. Keduanya sama-sama tidak menyenangkan, dan keduanya sama-sama diminta oleh bentuk kata kerjanya. Menegur tanpa mau ditegur bukan yang dimaksud susunan ini, sebab bentuk yang dipakai menuntut arus dua arah. Yang diminta Allah di sini bukan kesediaan berbicara saja, melainkan kesediaan mendengar dari orang yang setara.
  • Surah ini dibuka dengan sumpah demi masa dan ditutup dengan empat hal yang seluruhnya memakan masa itu. Dua di antaranya memakannya untuk orang lain. Tidak ada tawaran memperpanjang waktu di sini, dan tidak ada cara menyimpannya. Yang ditawarkan hanya perubahan pada hasilnya, dan sebagian dari perubahan itu justru terjadi ketika waktu yang dimiliki dipakai untuk urusan yang bukan miliknya sendiri. Yang diberikan kepada orang lain, dalam susunan ini, tidak dihitung sebagai yang hilang. Waktu yang diberikan Allah sama panjangnya bagi semua, dan di sinilah sebagiannya diminta kembali untuk orang lain.