تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

Melempari mereka dengan batu-batu dari tanah liat yang dibakar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍtarmiihim bi-hijaaratin min sijjiilinmelempari mereka dengan batu-batu dari tanah liat yang dibakar
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain: “batu dari tanah liat yang dibakar”, menerjemahkan penuh, menyembunyikan bahwa kata itu langka & diperdebatkan. terjemahan ini: “batu-batu sijjil (tanah liat yang dibakar/dikeraskan)”, pembaca melihat KATANYA sekaligus bacaan terkuatnya. (Analisis 105:1 & verifikasi frasa 'hijaaratin min sijjiil' lih. consistency_analysis.) INTI argumen bacaan alternatif 105:1. Diverifikasi langsung (bukan sekadar percaya kutipan sebagian penerjemah): frasa persis 'hijaaratin min sijjiil' HANYA muncul di 105:4, 11:82 (+ manduud, 'bersusun'), dan 15:74, dicek langsung ke quran_db.json dgn pencarian teks Arab, tidak ada kemunculan ke-4. 11:82 dan 15:74 keduanya EKSPLISIT ttg kehancuran kaum Luth. Kelangkaan frasa ini (3x di >6000 ayat, dalam kluster tema yang sama) adalah bukti tekstual paling kuat yang mendukung bacaan alternatif. sebagian penerjemah (catatan 105:4 #1): 'Arabic: sijjiil. Occurs at 11:82, 15:74, 105:4.', catatan singkat, tidak dielaborasi lebih jauh olehnya; elaborasi konsekuensinya adalah kontribusi analisis terjemahan ini sendiri (lih. entri 105:1). tarmiihim bi-hijaaratin min, 'sijjiil' DIPERTAHANKAN + gloss '(tanah liat yang dibakar/dikeraskan)' = TINGKAT-2: kata langka (3× di Qur'an: 11:82, 15:74, 105:4; diduga serapan Persia sang+gil 'batu-tanah liat'), makna pastinya diperdebatkan diterjemahkan transliterasi + bacaan terkuat di gloss + keraguan tak disembunyikan.

Aplikasi

Detail metode kehancuran: 'melempari mereka dengan batu-batu sijjil', deskripsi konkret cara serangan tersebut dilaksanakan, presisi detail yang menegaskan realitas peristiwa.