الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

yang ingin dilihat orang,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَalladziina hum yuraa'uunayang ingin dilihat orang

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. هُمْhummereka
  3. يُرَاءُونَyuraa'uunaingin dilihat

Inti bacaan

Kelompok itu juga digambarkan gemar tampil demi tatapan sesama.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يُرَاءُونَ, yuraa'uuna) menandai perbuatan yang sedang berlangsung dan berjumlah jamak. Bentuk ini muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:142 dan 107:6. Di 4:142 kata itu disusul langsung oleh objeknya, (يُرَاءُونَ النَّاسَ, yuraa'uuna n-naasa), dan terjemahannya "ingin dilihat manusia". Di 107:6 objek itu tidak ditulis.

Bentuk kata bendanya, (رِئَاءَ النَّاسِ, ri'aa'a n-naasi), muncul 3 kali, yaitu di 2:264, 4:38, dan 8:47. Dari kelima tempat yang memakai akar ini dengan arti memperlihatkan diri, yaitu 2:264, 4:38, 4:142, 8:47, dan 107:6, hanya 107:6 yang tidak menyebut manusia. Pembaca yang mengenal ayat-ayat lain itu akan mengisi bagian yang kosong dengan kata manusia, tetapi teks ayat ini sendiri berhenti pada kata kerjanya.

Akar kata ini sama dengan akar kata pembuka surah. Di 107:1 tertulis (أَرَأَيْتَ, a-ra'ayta), "apakah engkau memperhatikan", yang muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 6:40, 6:47, 17:62, 18:63, 25:43, 96:9, 96:11, 96:13, dan 107:1, dan berarti melihat. Akar yang berarti melihat itu dipakai di 297 ayat. Surah ini dibuka dengan permintaan untuk memperhatikan seseorang, dan menjelang penutupnya menyebut orang yang ingin diperhatikan. Tidak ada kalimat di dalam surahnya yang menunjuk kesejajaran itu.

Dalam bentuk ini akar yang berarti melihat memberi arti lain daripada melihat biasa. Kata (يُرَاءُونَ, yuraa'uuna) menunjuk perbuatan yang diarahkan kepada pihak lain, yaitu memperlihatkan diri kepada pandangan orang.

Hal yang dikerjakan sambil ingin dilihat berbeda di tiap ayat: menginfakkan harta di 2:264, menafkahkan harta di 4:38, keluar dari kampung halaman dengan angkuh di 8:47, dan berdiri untuk salat di 4:142. Ayat 107:6 tidak menyebut apa pun yang dikerjakan, dan letaknya tepat di antara salat di 107:5 dan bantuan di 107:7.

Terjemahan menulis "yang ingin dilihat orang". Kata ria tidak dipakai karena dalam bahasa Indonesia kata itu berarti riang, dan terjemahan ini sendiri memakainya dengan arti itu di 36:55, 40:75, 44:27, 52:18, dan 83:31, antara lain dalam rangkaian "bersuka ria". Kata riya tidak dipakai karena banyak pembaca tidak langsung menangkap artinya, sedangkan "ingin dilihat" menjelaskan dirinya sendiri dan sejalan dengan padanan di 4:38, 4:142, dan 8:47.

Ayat ini memakai dua kata pembuka yang sama dengan 107:5, yaitu (الَّذِينَ هُمْ, alladziina hum), sehingga keduanya terbaca sebagai dua sifat bagi kelompok yang sama. Pembuka itu muncul 26 kali di 11 surah. Ayat ini terdiri atas tiga kata, lebih panjang daripada 107:4 dan 107:7 yang dua kata, dan lebih pendek daripada ayat-ayat lain di surah ini.

Tafsiran

Ayat ini memberi sifat kedua kepada kelompok yang diancam. Di 107:5 sifat pertama menyangkut hubungan mereka dengan salat, dan di sini sifat kedua menyangkut ke mana perhatian mereka diarahkan, yaitu keluar, kepada pandangan orang lain. Perbuatan itu menunggu penonton.

Di 4:142 tiga hal disebut bersama dalam satu ayat: mereka berdiri untuk salat dengan malas, mereka ingin dilihat manusia, dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. Ayat itu menunjukkan bahwa salat dan keinginan untuk dilihat bisa berada dalam satu kejadian. Ayat 107:6 tidak mengulang rinciannya, dan membiarkan pembaca mengenali sendiri bentuk perbuatan itu.

Karena objeknya tidak ditulis, ayat ini terbuka. Siapa yang diharapkan melihat tidak disebut, dan pembaca yang mengisinya dengan kata manusia mengikuti keempat ayat lain. Tiga ayat penutup surah ini memakai bentuk yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung: lengah di 107:5, ingin dilihat di 107:6, dan menahan di 107:7. Tidak ada yang menyebut peristiwa sekali jadi, sehingga ketiganya terbaca sebagai kebiasaan.

Kesejajaran dengan 107:1 menambah satu lapis: orang yang diajak melihat di awal surah, dan orang yang sibuk dilihat menjelang akhir, memakai akar kata yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Di tiga ayat yang memakai bentuk kata benda, perbuatan ingin dilihat berdampingan dengan kurangnya iman atau dengan menghalangi jalan Allah. Di 2:264 orangnya tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, di 4:38 sama, dan di 8:47 orangnya juga menghalangi dari jalan Allah. Ayat 107:6 tidak memuat penyerta itu, tetapi pembaca yang mengenal ketiga ayat tadi mendengar nada yang sama. Perbuatan yang tampak sebagai urusan antarmanusia ternyata berkaitan dengan hubungan yang tidak dilihat siapa pun.
  • Ayat ini tidak menyebut siapa yang diharapkan melihat. Kekosongan itu membuat pembaca yang hendak membaca diri sendiri tidak punya kata yang bisa dihindari. Orang yang bekerja, bersedekah, atau beribadah dengan sedikit mata tertuju pada tanggapan orang di sekitarnya mengenali kekosongan ini. Siapa sebenarnya yang dibayangkan seseorang ketika sedang melakukan sesuatu yang baik, dan apa yang terjadi pada perbuatannya ketika bayangan itu tidak ada?
  • Surah ini dibuka dengan permintaan untuk memperhatikan orang lain, dan menjelang akhir menyebut orang yang ingin diperhatikan. Akar katanya sama. Pembaca yang tadi diajak menilai ternyata berhadapan dengan gambaran yang bisa juga mengenai dirinya, dan dapat mengajukan satu pertanyaan sederhana kepada diri sendiri: pandangan siapa yang paling sering dicarinya? Akar yang sama di dua ujung surah memberi pembaca cermin yang tidak diumumkan, dan cermin semacam itu baru bekerja bila ada yang mau menoleh.
  • Ayat 4:142 menggabungkan tiga hal dalam satu kalimat: berdiri untuk salat dengan malas, ingin dilihat manusia, dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. Di sana salat tetap dikerjakan lengkap dengan gerakan dan waktunya. Isinya yang hilang. Ayat 107:5-6 menyebut dua dari tiga hal itu dalam dua ayat pendek yang berurutan, sehingga pembaca yang membaca keduanya bersama mendapat gambar yang mirip dengan 4:142. Pembaca yang pernah berdiri untuk salat sambil memikirkan hal lain dapat membandingkan pengalamannya sendiri dengan gambaran itu.
  • Dua ayat berturut-turut dibuka dengan dua kata yang sama, lalu masing-masing menyebut satu sifat. Sifat pertama menyangkut hubungan dengan salat, dan sifat kedua menyangkut penonton. Tidak ada kata penghubung di antara keduanya, sehingga pembaca tidak dituntun untuk memilih salah satu. Orang yang merasa dirinya tidak lengah bisa saja mengenali sifat kedua, dan sebaliknya, karena susunannya membuat keduanya terbaca sebagai kemungkinan yang bergandengan.
  • Ayat 8:47 menutup larangan menjadi seperti orang yang keluar dengan angkuh dan ingin dilihat orang dengan kalimat "Allah meliputi apa yang mereka kerjakan". Keinginan untuk dilihat menghadap satu arah, yaitu kepada manusia, sedangkan penutup ayat itu menaruh perbuatan yang sama dalam jangkauan yang meliputinya. Orang yang menghitung siapa saja yang melihat perbuatannya bisa menambahkan satu hitungan yang disebut ayat itu, yaitu Dia yang meliputi apa yang dikerjakan.