Ayat 109:1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

Katakanlah, “Wahai orang-orang kafir,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قُلْqulkatakanlah
  2. يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَyaa ayyuhaa l-kaafiruunawahai orang-orang kafir
Aplikasi

Pembukaan Al-Kafirun dengan deklarasi tegas: 'katakanlah: wahai orang-orang kafir', sapaan langsung yang membuka pernyataan pemisahan yang akan mengikutinya, komunikasi terbuka tanpa basa-basi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-f-r): qul yaa ayyuha l-kaafiruun diterjemahkan 'katakanlah: wahai orang kafir' (akar q-w-l + akar k-f-r, pernyataan pemisahan-tegas, dasar 'laa ikraah'). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.

Ayat 109:2

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

Aku tidak mengabdi kepada apa yang kalian abdi,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَlaa a'budu maa ta'buduunaaku tidak mengabdi kepada apa yang kalian abdi
Aplikasi

Penegasan perbedaan objek pengabdian: 'aku tidak mengabdi kepada apa yang kalian abdi', pernyataan tegas tentang ketidakcampuran dalam praktik ibadah, kejelasan posisi tanpa kompromi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-b-d): laa a'budu maa ta'buduun diterjemahkan 'aku tak mengabdi kepada apa yang kalian abdi' (akar '-b-d, ibaadah dalam kerangka terjemahan ini = pengabdian-ketundukan menyeluruh (orientasi-hidup), bukan sekadar ritual; 'maa'=apa (berhala/sistem yang diabdi); selaras 109:6 penyaringan diin='pertanggungjawaban'). Divergen halus dari terjemahan lain 'menyembah'.

Ayat 109:3

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Dan kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُwa-laa antum aabiduuna maa a'bududan kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi
Aplikasi

Pengakuan perbedaan yang sama dari sisi lain: 'dan kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi', pengakuan objektif bahwa perbedaan ini bersifat dua arah, bukan klaim sepihak.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-b-d): wa laa antum aabiduuna maa a'bud diterjemahkan 'kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi' (akar '-b-d, pemisahan objek-pengabdian: Allah vs selain-Allah; aabid: pelaku-pengabdian). Selaras 109:2.

Ayat 109:4

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

Dan aku bukan pengabdi apa yang kalian abdi,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْwa-laa anaa aabidun maa abadtumdan aku bukan pengabdi apa yang kalian abdi
Aplikasi

Penguatan melalui pengulangan dengan variasi waktu: 'dan aku bukan pengabdi apa yang kalian abdi', repetisi yang menegaskan konsistensi posisi, baik masa lalu maupun sekarang.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-b-d): wa laa anaa aabidun maa abadtum diterjemahkan 'aku bukan pengabdi apa yang kalian abdi' (akar '-b-d, penegasan lampau-kini: tak pernah & takkan; ketegasan pemisahan pengabdian). Selaras.

Ayat 109:5

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Dan kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُwa-laa antum aabiduuna maa a'bududan kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi
Aplikasi

Pengulangan kedua untuk penegasan mutlak: 'dan kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi', repetisi lanjutan yang memperkuat kejelasan pemisahan, tidak ada ruang kebingungan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-b-d): wa laa antum aabiduuna maa a'bud diterjemahkan 'kalian bukan pengabdi apa yang aku abdi' (akar '-b-d, pengulangan menegaskan pemisahan mutlak, menuju 109:6 'lakum diinukum'=pertanggungjawaban masing-masing). Selaras.

Ayat 109:6

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Untukmu pertanggungjawabanmu dan untukku pertanggungjawabanku.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِlakum diinukum wa-liya diiniuntukmu pertanggungjawabanmu dan untukku pertanggungjawabanku
Aplikasi

Penutup dengan prinsip koeksistensi yang jelas: 'untukmu pertanggungjawabanmu dan untukku pertanggungjawabanku', formula yang menegaskan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan tanpa memaksakan penyeragaman, model toleransi yang tegas dalam prinsip namun damai dalam praktik, koeksistensi tanpa pencampuran.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul. ' akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).